Dosen Bertanya kepada Mahasiswi, Apakah Kamu Masih Perawan? Setelah Itu..

Rabu, 30 Desember 2020 – 10:55 WIB
Ilustrasi pelecehan. Foto: ANTARA

jpnn.com, DENPASAR - Seorang mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Udayana (Unud) diduga mengalami pelecehan seksual.

Mirisnya, terduga pelaku adalah seorang dosen di Universitas Udayana.

BACA JUGA: Misteri Pembunuhan Wanita Cantik Karyawan Bank

Pelecehan itu terungkap setelah korban CA melapor ke Yayasan Bantuan Lembaga Hukum (YBLH) Bali pada 23 Desember.

Menurut Direktur YBLH Bali Ni Kadek Vany Primaliraning, kronologi pelecehan itu terjadi pada 2017 saat melakukan bimbingan skripsi.

BACA JUGA: Ini Hasil Pemeriksaan Jenazah Karyawan Bank Korban Pembunuhan, Keji

Sekitar pukul 16.00, CA diminta ke rumah W untuk revisi proposal. Setelah sekitar satu jam, W menanyakan hal-hal berbau seksual seperti “Apakah kamu masih perawan?”.

“Saya bisa membuktikan kamu masih perawan atau tidak,” beber Vany menirukan percakapan W terhadap CA.

BACA JUGA: Hiii, Mi dan Es Krim Mengandung Bahan Berbahaya

Tak sampai di situ, W juga menunjukkan kumpulan video po*no di komputernya kepada CA.

Puncaknya, W memaksa memasukkan tangannya ke dalam baju CA untuk menyentuh p*yudara, namun dia menepisnya.

Mendapat perlakuan tak senonoh, CA segera pergi dari rumah W.

Selang beberapa menit W mengirimkan chat, bahwa kejadian itu tidak perlu diberitahukan kepada orang lain.

CA dan keluarganya melaporkan pelecehan seksual yang dilakukan W ke pihak Dekan dan Prodi.

CA lalu diminta membuat keterangan kronologi untuk disidangkan.

CA melaporkan kekerasan seksual yang dialami dalam sidang internal dosen FIB tanpa kehadiran W.

“Saat itu respons dari pihak dosen akan menindaklanjuti. Nyatanya, hingga saat ini, W tidak mendapatkan sanksi apa pun,” kata Vany.

Bahkan, lanjut Vany, tidak ada upaya dari pihak fakultas atu prodi dalam memberikan solusi terhadap tugas akhir CA. Saat ini kondisi mahasiswi itu trauma berat.

Di sisi lain ia dipaksa menyelesaikan dan berkonsultasi ke fakultas, sedangkan CA sangat ketakutan jika berhadapan dengan W.

YBLH Bali menuntut Rektor Unud agar serius menindaklanjuti kasus ini. (rb/san/mus/JPR)


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler