Double Track Bikin Hemat BBM dan Waktu

Kamis, 04 September 2014 – 09:48 WIB

jpnn.com - SURABAYA – Setelah terlambat delapan bulan lebih, akhirnya jalur kereta ganda Stasiun Pasar Turi–Kandangan sepanjang 8 kilometer resmi beroperasi. Dalam uji coba Rabu (3/9), KA Gumarang tujuan Jakarta menjadi kereta penumpang pertama yang melintasi jalur rel anyar tersebut.

Jalur itu merupakan segmen terakhir pembangunan jalur utara KA Surabaya–Jakarta. Artinya, jalur kereta api Surabaya–Jakarta sepanjang 727 km merupakan jalur ganda semua.

BACA JUGA: Durasi Pemadaman Listrik dari 8 Jam jadi 12 Jam

Menurut Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Hermanto Dwiatmoko, selain jalur Pasar Turi–Kandangan, ada lima stasiun yang telah menyelesaikan jalur ganda. Yakni, Stasiun Kapas, Sumberejo, dan Baureno di Bojonegoro; Gembong di Lamongan; dan terakhir Stasiun Duduk Sampeyan di Gresik.

’’Selesainya jalur ganda ini akan berimplikasi sangat banyak. Ini sangat strategis bagi pembangunan nasional,’’ paparnya. Apalagi, dalam pidatonya di muktamar PKB pada Minggu (31/8), presiden terpilih Jokowi mengatakan bahwa moda angkutan barang Indonesia ke depan adalah dari kapal laut, langsung disambungkan dengan kereta api.

BACA JUGA: Mantan Bupati Pelalawan Menolak Disebut Terima Uang

Selain itu, Hermanto mengatakan bahwa pemerintan bisa menghemat BBM hingga Rp 3,5 triliun,’’ ucapnya. Dengan selesainya pembangunan kereta ganda, arus perjalanan KA Surabaya–Jakarta lebih lancar. Sederhananya, satu jalur digunakan untuk berangkat dan jalur lain untuk pulang.

Hermanto memperkirakan, ada 200 KA yang melintas setiap hari. Padahal, sebelumnya rata-rata hanya 90 KA yang melintas ketika masih banyak ruas rel yang berstatus single track. ’’Ini belum lagi ditambah kereta api yang makin tepat waktu dan potensi kecelakaan yang bisa ditekan hingga nyaris nol persen,’’ tambahnya. (mas)

BACA JUGA: Kesal Gas ke PLN Terhenti, Bupati Sebut Petugas Pertamina Bodoh

Hermanto menjelaskan, itu juga menyingkat waktu perjalanan Jakarta–Surabaya. Dari 11–12 jam seperti selama ini bisa menjadi 9 jam saja. Sebab, kecepatan maksimal kereta api bisa dipacu hingga 100 km per jam. ’’Bila dibandingkan dengan kecepatan di jalan raya, bisa dua kali lipatnya. Naik mobil Jakarta–Surabaya, rata-rata kecepatan hanya 50–60 km per jam,’’ tegasnya. (sep/c7/ano)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Di Sorong, Listrik Bisa Mati 10 kali dalam Sehari


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler