DPP PDIP Akan Tindak Kader Terduga Bermasalah

Rabu, 01 November 2017 – 15:45 WIB
Hendrawan Supratikno. Foto: dok jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Hendrawan Supratikno mengatakan akan mengambil langkah-langkah sesuai aturan partai jika ada kader yang diduga bermasalah.

“Mengenai ada kader disebut bermasalah, kami tunggu nanti. Tapi sampai sekarang belum terima laporan (pengaduan, red),” kata Hendrawan Supratikno, kemarin ketika dikonformasi mengenai Ketua DPC PDI Perjuangan Kutai Timur diduga tersangkut kasus penggelapan dana bantuan parpol.

BACA JUGA: Nama Gatot Mulai Mencuat, PDIP Tenang-Tenang Saja

Pada kesempatan itu, Hendrawan mengimbau seluruh kader partai banteng moncong putih untuk tetap bekerja sesuai instruksi dan program partai.

Sebelumnya, Ketua DPP PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira mengaku belum mendengar laporan terkait Ketua DPC Kutai Timur berinisial AS yang diduga tersangkut kasus penggelapan dana bantuan parpol.

BACA JUGA: Pendaftaran di Daerah Tutup, Bakal Calon Bisa ke DPP PDIP

Meski baru mendengar kasus tersebut, Andreas akan membahas kasus yang diduga menimpa ketua DPC PDIP Kutim lewat mahkamah Partai.

“Saya baru denger malah, ada aturan main atau peraturan partai itu ada peringatan, Nanti kita lihat case-nya seperti apa.Tapi kan ada hal-hal yang tidak bisa ditolerir misalnya kalau itu menyangkut korupsi, tertangkap tangan itu langsung pecat,” ujar Andreas Pereira kepada wartawan.

BACA JUGA: Sambangi Kantor PDIP, Aktivis Tuntut Lebu Raya

Kendati demikian, Andreas masih menunggu laporan ke Mahkamah Partai terhadap Ketua DPC Kutim karena diduga 'nakal' tersebut. "Ya laporan. Laporan. Itu kan urusan dia dengan publik, akan dilaporkan di Mahkamah Partai akan dicek. Kami punya aturan main di AD/ART,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Andreas mendapat laporan yang sudah masuk di polres. Menurutnya, hal itu akan diperika di Mahkamah Partai jika masuk urusan kriminal.

“Ya itu urusan kriminal dia tapi nanti itu akan masuk Mahkamah Partai. Kalau di Partai kita akan periksa di Mahkamah Partai,” kata Andreas.

Untuk sanksinya, menurut Andreas, pihaknya akan melihat perkembangannya. “Tergantung kita lihat dulu, karena banyak juga upaya kriminalisasi di antara kader-kader itu yang kita harus hati-hati juga. Itu banyak kasus-kasus seperti itu, pengalaman kami seringkali penjebakan, kriminalisasi tapi dua-duanya bisa kena kalau melakukan itu (yang menjebak),” ujarnya.(fri/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sepakat Menambah Anggota tapi Bukan dari Parpol


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler