DPR: Kok Bisa Blackout 8 Jam? 

Selasa, 06 Agustus 2019 – 18:47 WIB
SP PLN. ILUSTRASI. Foto: Ist

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VI DPR Dito Ganinduto mengaku kecewa dengan pemadaman listrik selama delapan jam lebih yang menimpa sebagian Pulau Jawa, maupun Ibu Kota DKI Jakarta, Minggu (4/8). 

"Kami sangat kecewa, prihatin dan kaget sekali. Kok bisa terjadi blackout di ibu kota, Banten, Bekasi, yang merupakan centra negara kita sampai delapan jam," kata Dito di gedung DPR, Jakarta, Selasa (6/8). 

BACA JUGA: Perusahaan Sebesar PLN Kok Dipimpin Pelaksana Tugas?

Politikus Partai Golkar itu mengingatkan peristiwa ini agar tidak terjadi lagi. Menurut dia, PLN melayani lebih 70 juta pelanggan di Indonesia. Dia menegaskan, dengan kebutuhan yang begitu besar, dan pembangkit yang banyak maka sudah seharusnya 

PLN memiliki suatu sistem yang baik. Sampai saat ini, Dito menyatakan bahwa penyebab padamnya listrik juga tidak jelas. Menurut dia, tidak dijelaskan apa penyebab gangguan pada transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV Ungaran dan Pemalang. Politikus Partai Golkar itu juga  menegaskan alasan gangguan saluran transmisi karena pohon tidak masuk akal.

BACA JUGA: Pak Jokowi, Tak Cukup Selesaikan Masalah dengan Marah di Kantor PLN

BACA JUGA: Kata Fadli Zon Melihat Kekecewaan Presiden Sama Direksi PLN

"Ada yang bilang pohon, saya tidak percaya. Masa sudah ketahuan  saluran tegangan tinggi bisa karena pohon. Kenapa ada pohon di situ?" ujarnya.

BACA JUGA: Kurtubi: Ini Pelajaran untuk PLN

Lebih jauh dia mengatakan untuk suatu lokasi seperti Jakarta sebagai ibu kota negara, Bekasi maupun Banten yang industri sistem back up-nya harus lebih dari satu.

"Minimal dua sampai tiga," tegasnya.

Menurut dia, padamnya listrik berjam-jam telah membuat masyarakat dirugikan. Tidak hanya masyarakat pengguna listrik, tetapi industri kecil menengah, transportasi, perbankan, mal, dan sistem pembayaran. 

"Karena listrik  ini adalah sesuatu yang sangat vital, oleh karena vital jadi harus dipersiapkan dengan matang," jelasnya. (Boy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Terlalu Banyak BUMN Bermasalah, Menteri Rini Wajib Dievaluasi


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler