DPR Siap Bentuk Panja Gula

Jumat, 29 Januari 2010 – 17:19 WIB

JAKARTA—DPR menilai, inerja pemerintah dalam melakukan revitalisasi pabrik gula yang cukup lemahKarenanya, Komisi VI DPR RI menyatakan kesiapammua untuk membentuk Panitia Kerja (Panja) untuk mengawasi realisasi produksi gula dalam negeri.

“Mungkin panja ini akan terbentuk sekitar satu atau dua minggu ke depan,” terang Wakil Ketua Komisi VI , Aria Bima kepada JPNN, Jumat (29/1)

BACA JUGA: Koperasi Pelita Dinilai Lakukan Monopoli



Dikatakan, pembentukan Panja gula ini disebabkan karena pemerintah tidak pernah tepat dapat merealisasikan hasil produksi gula dalam negeri
Aria menerangkan, pemerintah sebelumnya telah menargetkan bahwa  pada tahun  2014, Indonesia sudah swasembada gula dan bisa mencukupi kebutuhan yang diproyeksikan mencapai 5,7 juta ton dengan rincian 2,96 juta ton gula konsumsi masyarakat dan 2,74 juta ton untuk gula industri.

“Namun buktinya slelau meleset

BACA JUGA: Penarikan Toyota Meluas ke China dan Eropa

Apalagi ditambah bahwa tahun ini kita (Indonesia) harus mengimpor sebanyak 500 ribu ton gula untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri,” paparnya
Dia mengatakan, hal ini sudah menjadi masalah tahunan di mana  prediksi produksi selalu meleset.

Sementara itu ditanya mengenai tugas Panja gula ke depannya, Aria mengatakan bahwa pihaknya akan lebih fokus untuk menyoroti masalah ketersediaan lahan, ketersediaan mesin produksi sampai dengan mekanisme distribusi.

“Jika telah terbentuk, maka kita akan langsung mencari sumber masalah mengenai persoalan gula nasional dan berupaya untuk memutus mata rantai akses permodalan petani dan investor swasta

BACA JUGA: Komisi VII Pertemukan ExxonMobile dengan BPMigas

Karena selama ini keuntungan dari industri gula lebih banyak dinikmati swasta dari pada petani,” tegasnyaDikatakan, akses permodalan  tersebut lebih baik dialihkan ke perbankan(cha/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Garuda Bidik Maskapai Bintang Lima


Redaktur : Soetomo Samsu

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler