Dua Hari Tak Terbang, Garuda Mengangkasa Lagi

Senin, 21 Juli 2014 – 08:31 WIB

jpnn.com - JEMBER – Setelah sempat dua hari tidak melintasi langit Jember, Garuda Indonesia akhirnya terbanglagi Minggu (20/7). Pesawat ATR 72-600 rute Surabaya–Jember itu kembali mengepakkan sayap di Bandara Notohadinegoro Minggu siang. Bahkan, Garuda kemarin terbang tepat waktu tanpa kendala apa pun.

’’Hari ini (20/7) pesawat sudah terbang normal kembali. Pesawat (terbang, Red) on time,’’ kata Manajer Garuda Area Jember Boedi Prihantono kemarin.

BACA JUGA: Pengadilan Restui Merger SCTV-Indosiar

Penerbangan dari Surabaya ke Jember kemarin diikuti 45 penumpang dari 70 kapasitas tempat duduk. Dari Jember ke Surabaya, tiket yang terjual sebanyak 43 kursi. Padahal, dua hari sebelumnya penumpang sempat kecewa karena Garuda tiba-tiba berhenti terbang.

Meski begitu, sejauh ini warga masih percaya dengan Garuda. Hal tersebut terlihat dari sedikitnya warga yang melakukan refund total atas pembatalan tiket itu.

BACA JUGA: Bursa Tunggu Pengumuman Pilpres

’’Selama dua hari hanya 14 orang yang melakukan refund,’’ tuturnya. Yang lain memilih ganti transportasi darat atau menunda penerbangan Jember–Surabaya.

Penerbangan kemarin berjalan mulus tanpa hambatan seperti dua hari sebelumnya. Saat itu Garuda direpotkan kru yang sakit sehingga penerbangan ke Jember akhirnya dibatalkan.

BACA JUGA: Garuda Batal ke Jember, Dahlan Iskan Geram

Dia berharap insiden dua hari lalu menjadi pelajaran. Insiden tersebut termasuk kejadian diluar kemampuan Garuda dan tidak diharapkan semua pihak. ’’Insya Allah mulai hari ini dan ke depan kejadian kemarin diharapkan tidak terulang lagi,’’ jelasnya. Pihaknya adalah yang paling bertanggung jawab atas kejadian itu.

Dia menyatakan, kini Garuda siap melayani arus penumpang Lebaran tahun ini. Pekan ini arus mudik diperkirakan mulai berlangsung. Warga yang merantau mulai berdatangan ke Jember.

Menurut dia, sudah banyak tiket Surabaya–Jember sebelum Lebaran yang dipesan. Untuk menghadapi Lebaran ini, pihaknya terus berbenah. Termasuk menambah kru penerbangan bagi pesawat ATR. Jadi, jika ada kru yang berhalangan, masih ada kru lain yang menggantikan.

Sebelumnya, pesawat ATR milik maskapai pelat merah tersebut libur terbang pada Jumat (18/7) dan Sabtu (19/7). Pembatalan penerbangan terjadi karena alasan operational crew. Sebab, pilot dan co-pilot sakit.

Kondisi itu membuat sejumlah penerbangan Garuda dengan pesawat ATR terganggu. Penerbangan yang gagal dan terganggu adalah penerbangan rute Lombok, Banyuwangi, Labuan Bajo, dan Tambolaka.

Ari Suryanto, vice president PT Garuda Indonesia Region 3 Jatim, Bali, Nusa Tenggara, meminta maaf kepada warga Jember atas tidak beroperasinya Garuda saat itu.

’’Kru kami sakit dan ada problem visa (untuk kruasing, Red). Kami sudah berusaha mencari kru pengganti. Namun, kru lain sudah melebihi jam kerja sehingga menyalahi aturan keselamatan penerbangan,’’ ujarnya. (ram/wah/JPNN/c20/dwi)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mulai 24 Juli, Sriwijaya Buka Ekstra Flight Balikpapan-Surabaya


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler