Garuda Batal ke Jember, Dahlan Iskan Geram

Minggu, 20 Juli 2014 – 06:14 WIB

JEMBER - Batalnya penerbangan Garuda Indonesia ke Jember kemarin (19/7) membuat geram Menteri BUMN Dahlan Iskan. Menteri yang membawahi perusahaan pelat merah, termasuk Garuda Indonesia itu, tidak bisa menerima apa pun alasan pembatalan itu.
     
Dahlan termasuk salah seorang calon penumpang Garuda dari Surabaya ke Jember. Dia memiliki sejumlah agenda di Jember, diantaranya berkunjung ke sebuah pondok pesantren (ponpes) di Wuluhan dan beberapa pabrik gula (PG), termasuk Semboro.
    
Pria yang juga mantan dirut PLN ini mengatakan, dirinya kecewa dengan pembatalan penerbangan tersebut. Padahal, orang nomor satu di Kementerian BUMN tersebut sengaja memesan tiket pesawat Garuda Surabaya tujuan Jember untuk merasakan rute baru Garuda itu.
     
"Saya terpaksa menyewa helikopter. Akhirnya mengeluarkan biaya yang lebih banyak," sesal Dahlan, kemarin (19/7). Pembatalan sepihak oleh Garuda yang mendadak itu nyaris membuat serangkaian agendanya di Jember gagal.
     
Beruntung, dia masih menemukan helicopter sewaan. "Saya hampir batal ke Jember karena pesawat yang bakal saya tumpangi dikabarkan delay. Setelah dapat kabar berikutnya, ternyata penerbangan ke Jember malah cancel," ujarnya. Padahal, dirinya sudah menunggu di Bandara Internasional Juanda sejak pukul 08.00.
    
Dahlan sendiri mengaku tidak tahu alasan mengapa Garuda "bolos" lagi ke Jember. Dengan tegas, dia menyatakan tidak bisa menerima apa pun alasan yang disampaikan Garuda.

"Apa pun alasannya saya tidak bisa terima karena Garuda perusahan besar dan berkelas internasional. Kecuali memang ada persoalan cuaca yang mengancam penerbangan," tegasnya.
     
Manajer Area PT Garuda Indonesia Jember - Banyuwangi Boedi Prihantono membenarkan batalnya penerbangan pesawat ATR 72-600 milik Garuda ke Jember.

BACA JUGA: Mulai 24 Juli, Sriwijaya Buka Ekstra Flight Balikpapan-Surabaya

Boedi meminta maaf kepada masyarakat dan penumpang, sehingga tidak bisa menikmati perjalanan Garuda sebagaimana mestinya. "Kami minta maaf atas ketidaknyamanan ini," katanya.
     
Dia mengaku tidak mengetahui secara persis penyebab batalnya penerbangan itu kemarin. "Tapi kalau dari BBM (Blackberry Massanger) yang dikirim ke kami karena crew reason (alasan kru, Red)," ungkapnya. Untuk batalnya penerbangan sehari sebelumnya, Garuda menyatakan karena operational reason.
     
Boedi menyatakan, kabar pembatalan itu diterimanya mendadak kemarin siang. Awalnya, pihaknya mendapatkan kabar bahwa pesawat Garuda tetap terbang ke Bandara Notohadinegoro. "Kabar awal hanya delay (tunda, Red) dua jam," katanya.
     
Bahkan, lanjut dia, pihaknya mendapatkan kabar bahwa pesawat sudah berangkat dari Denpasar ke Banyuwangi dan Surabaya, meskipun sempat delay dua jam. Namun, dirinya tidak tahu alasannya mengapa akhirnya batal terbang ke Jember.
     
Dia menegaskan, pihaknya tetap bertanggung jawab kepada para penumpang yang sudah telanjur membeli tiket Surabaya-Jember dan sebaliknya. Karena batalnya penerbangan itu kesalahan dari maskapai tanpa ada pemberitahuan lebih dahulu." "Yang kami lakukan sama seperti saat cancel penerbangan hari sebelumnya," katanya.
     
Di antaranya, pihak Garuda mengganti penebangan itu dengan moda transportasi perjalanan darat. Garuda menyediakan empat minibus untuk mengangkut para penumpang. Selain itu, pihaknya menambahkan alternatif perjalanan ke Surabaya dengan kereta api.
     
Selain itu, Garuda juga memberikan alternatif untuk mengganti dengan penerbangan hari ini. Bila penumpang tidak bersedia dengan opsi-opsi itu, Garuda bersediakan full refund atau mengembalian uang tiket secara penuh kepada penumpang. "Yang refund kami kembalikan penuh biaya tiketnya" ujarnya.
     
Boedi berharap penerbangan hari ini bisa normal kembali sehingga bisa dinikmati kembali oleh masyarakat. "Besok (hari ini, Red) semoga bisa normal kembali," harapnya. Seharusnya Garuda tiba di Jember pada pukul 09.15.
     
Ari Suryanto, vice president PT Garuda Indonesia Region 3 Jatim, Bali, Nusa Tenggara, secara terpisah, meminta maaf kepada masyarakat Jember atas tidak beroperasinya Garuda kemarin.

"Beberapa kru kami sakit dan ada problem visa (untuk kru asing). Dari semalam sampai pagi ini (kemarin, Red) kami berusaha untuk mencari kru pengganti, namun rupanya kru yang ada juga sudah melebihi jam kerjanya sehingga akan menyalahi aturan keselamatan penerbangan," tuturnya."
     
Dia mengakui, kru pesawat ATR 72-600 masih sangat terbatas. Sehingga, jika ada satu pilot yang sakit, akan ada rute yang dibatalkan.

BACA JUGA: PGN Selesaikan Transaksi Akuisisi Area Shale Gas Fasken

"Kami sudah rekrut beberapa kru baru, namun saat ini sedang training simulator di Prancis dan Singapura. Cancelation ini tidak saja terjadi yang ke JBB (Jember, Red), namun juga terjadi di beberapa rute ATR kita," pungkasnya. (rul/ram/har)

BACA JUGA: Dana Asing Mengalir Deras

BACA ARTIKEL LAINNYA... Danamon Investasi Sosial melalui Pelestarian Lingkungan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler