Dua Kali Diganti, Konstruksi Tol Paliandra Adopsi Tiongkok

Kamis, 30 Juli 2015 – 03:12 WIB

jpnn.com - PALEMBANG – Gubernur Sumsel, Alex Noerdin gerah setelah menerima banyakan hujatan terkait mandeknya pembangunan jalan tol Palembang-Inderalaya pasca-groundbreaking. Dia pun meminta Hutama Karya sebagai pelaksana pengerjaan tol secepatnya memulai pembangunan.

Terkait itulah, Direktur Utama PT Hutama Karya, I Gusti Ngurah Putra menemui Gubernur Sumsel di Griya Agung, kemarin. Dia memaparkan rencana pembangunan konstruksi jalan tol sepanjang 22 km itu. Terungkap, konstruksi tol kembali diubah.

BACA JUGA: Dua Kecamatan di Tegal Alami Kekeringan Terparah

“Kita akan gunakan teori vacuum, sistem konstruksi baru yang diadopsi dari Tiongkok,” ungkapnya.

Penggunaan konstruksi itu dinilai efektif. Sebab, telah digunakan Tiongkok dalam membangun tol yang tanahnya jelek dan lebih buruk dari tanah di Palindra tersebut.

BACA JUGA: Bocah SMP Curi Motor di Parkiran Warnet

“Kami pilih ini sesuai penelitian dan penilaian para ahli. Ini pertama kali diterapkan di Indonesia,” beber Putra.

Sebelumnya, Hutama Karya merencanakan konstruksi dengan teori seribu kaki. Ini karena lahan tol kebanyakan berupa rawa. Jika ada kaki jalan tol yang goyang, dapat menyebabkan konstruksi cacat dan membahayakan pengguna jalan. Lalu, mencuat teori konstruksi cakar ayam yang akan digunakan sebagai pengganti.

BACA JUGA: Bawa Keris ke KPU, Kader Golkar jadi Tersangka

Tapi, konstruksi ini dinilai membutuhkan banyak biaya karena banyaknya beton yang diperlukan. Nah, dengan konstruksi vacuum, anggaran yang digunakan lebih sedikit.

“Pemerintah pusat telah menganggarkan Rp3,4 triliun untuk pembangunan jalan tol Palindra ini,” ungkapnya.

Dia menegaskan, pihaknya mulai bergerak minggu depan. Alat berat dan perlengkapan pembangunan jalan tol ini sudah siap didatangkan ke Sumsel. Pembangunan akan dimulai dari titik nol yang berada di Kecamatan Pemulutan. Tahap awal akan dibangun pada lahan sepanjang 7 km yang telah bebas Pemprov Sumsel.

Namun, penggarapan tol akan dilakukan di atas lahan 5 km. Sebab, mulai dari titik nol hingga km 5, kontur tanahnya keras. Sedangkan sisanya, berupa rawa yang cukup sulit dilakukan.

“Kami minta dukungan pemda untuk segera menyelesaikan pembebasan lahannya,” imbuh Putra.

Dia berjanji akan datang ke Palembang dua bulan sekali memantau perkembangan di lapangan.

Gubernur Alex Noerdin menargetkan jalan tol Palindra selesai sebelum 2018.  Katanya, dengan konstruksi vacuum, air rawa akan disedot. Lalu, lahannya ditimbun tanah dan dipasang tiang pancang.

“Yang pertama dibangun, tahap pertama sepanjang 5 km hingga exit tol pertama,” bebernya.

Soal lahan, Alex memastikan semuanya akan selesai dibebaskan tahun ini. Ditegaskannya, masyarakat yang tak mau lahannya dibebaskan akan dititipkan ganti ruginya melalui pengadilan.(wia/ce4/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Divonis Seumur Hidup, Pembunuh Guru Hamil Langsung Menerima


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler