Dua Ribu Mayat Ditemukan di Pantai Miyagi

Selasa, 15 Maret 2011 – 06:21 WIB
Foto: Reuters

jpnn.com - KORBAN gempa dan tsunami yang mengguncang Jepang pada Jumat lalu (11/3) terus bertambahTim penyelamat kemarin (14/3) menemukan 2 ribu mayat di pantai Prefektur Miyagi, salah satu kawasan yang terparah dihantam tsunami

BACA JUGA: Tunisia Sikat Kroni Ben Ali

Jenazah mereka tercecer dan berserakan di sepanjang garis pantai.

Stasiun televisi pemerintah Nippon Hoso Kyokai (NHK) mengutip keterangan pejabat polisi bahwa 1.000 jenazah ditemukan di pantai Ojika atau Oshika Peninsula, Perfektur Miyagi, di timur laut Honshu, pulau utama dan terbesar di Jepang

Sedangkan 1.000 jenazah lainnya ditemukan di Minamisanriku, kota di Prefektur Miyagi yang rusak parah akibat gempa dan seluruh wilayahnya terendam lumpur yang dibawa tsunami

BACA JUGA: Partai Vladimir Putin Dituduh Curangi Pemilu Lokal

Sebelumnya, sekitar 10 ribu warga kota itu dilaporkan hilang setelah tsunami menerjang
Sepuluh ribu warga Kota Kesennuma, Prefektur Miyagi, juga dilaporkan hilang

BACA JUGA: Listrik Digilir, Cadangan Logistik Menipis

Di sebuah kota kecil lain di prefektur tetangga, krematorium (tempat perabuan jenazah) tidak mampu menampung begitu banyaknya mayat korban"Kami hanya bisa menangani 18 jenazah setiap hariKami telah minta bantuan ke kota-kota lainSebab, hanya ada satu krematorium di kota ini," kata Katsuhiko Abe, pejabat Soma, Prefektur Fukushima, kepada The Associated Press.

Secara keseluruhan jumlah korban tewas mencapai 2.800 orang kemarinTetapi, Badan Kepolisian Nasional (NPA) Jepang menyatakan, korban tewas yang dikonfirmasi dan diidentifikasi 1.647 orangSelain itu, 1.900 lainnya luka-luka.

Polisi Miyagi menaksir korban tewas di prefektur tersebut lebih dari 10 ribuSelain Miyagi,  wilayah lain yang kena dampak tsunami cukup parah adalah Prefektur Iwate dan FukushimaGempa dan tsunami juga membawa korban di beberapa prefektur lain.

Berdasar data yang dihimpun Reuters, korban jiwa terbesar tercatat di Perfektur MiyagiSedikitnya, 785 orang telah dikonfirmasi tewas di kota-kota seperti Kesennuma, Higashimatsubara, dan SendaiLalu, dua ribu jenazah ditemukan di pantai Minamisanriku dan Oshika PeninsulaSebelumnya, ditemukan 300 mayat di Distrik Wakabayashi, SendaiLalu, sekitar 50 mayat kembali ditemukan di kawasan tersebut

Di Prefektur Iwate, timur laut Jepang, sedikitnya 574 orang telah dikonfirmasi tewasTermasuk warga Kota Ofunato dan RikuzentakataBerpenduduk 23 ribu jiwa, Kota Rikuzentakata juga nyaris tersapu bersihLebih dari 80 persen kota itu terendam lumpur yang dibawa tsunamiDi Kota Otsuchi, di antara 15 ribu penduduknya, 12 ribu orang hilang

Di Prefektur Fukushima, timur laut Jepang, sekitar 420 orang dikonffrmasi dan diidentifikasi tewasTermasuk warga Kota Iwaki dan MinamisomaLalu, sekitar 1.200 lainnya hilangKorban jiwa juga dilaporkan di beberapa distrik lainDi Tokyo tujuh tewas, Chiba 15 orang, Ibaraki 19, Aomori 3, Tochigi 4, Kanagawa 3, Hokkaido 1, Yamagata 1, dan Gunma 1.

Bencana di negara industri dan terkaya di Asia tersebut meluluhlantakkan semuaDi banyak wilayah tidak tersedia air bersih dan listrikUntuk mendapat bahan bakar, orang harus antre 4-5 jamWarga pun terpaksa menahan lapar hanya dengan menyantap mi instan"Orang-orang terpaksa bertahan dengan sedikit makanan dan airBantuan tidak segera datang," ujar Hajime Sato, pejabat pemerintah Prefektur Iwate, salah satu di antara tiga wilayah terparah kena gempa dan tsunami.

Tim penyelamat sebetulnya telah berada di Soma sejak Jumat laluAmbulans siaga dan kantong mayat disiapkan untuk korbanPetugas pemadam kebakaran menggunakan gergaji mesin untuk menghancurkan balok-balok kayu, lembaran plastik, dan bangkai mobil guna menemukan korban yang tertimbunSejumlah helikopter lalu lalang di udara untuk menyurvei kerusakanBeberapa kapal terbalik di atas jalan sejauh sekitar satu kilometerPara pejabat kota itu menyatakan bahwa sepertiga wilayah Soma yang berpenduduk 38 ribu orang terrendamRibuan orang dilaporkan hilang.

Pemerintah Jepang telah mengerahkan 100 ribu tentara untuk membantu evakuasi korbanSebanyak 120 ribu selimut, 120 ribu botol air, dan 29 ribu galon (110 ribu) minyak serta makanan telah dikirimkan ke wilayah bencanaTetapi, listrik masih putusMenurut NHK, sebanyak 430 ribu warga terpaksa tinggal di barak pengungsian atau bersama kerabat merekaSekitar 24 ribu lainnya telantar.

Jalan raya, rel kereta api, jaringan listrik, dan pelabuhan telah hancur atau porak poranda di banyak wilayah timur laut Jepang akibat gempa dan tsunamiTotal kerugian akibat bencana tersebut ditaksir USD 170 miliar (sekitar Rp 1.530 triliun)Para analis pun memperkirakan Jepang bakal jatuh ke jurang resesi.

Kekhawatiran pun sempat merebak kembali saat gempa yang kuat mengguncang kemarinPemerintah memperingatkan ancaman tsunami baru setinggi tiga meterGelombang tsunami itu terpantau helikopter pemadam kebakaran di wilatah lepas pantai Prefektur Fukushima sekitar pukul 11.20 (pukul 09.20 WIB) dan diperkirakan menerjang 15 menit kemudian.

Pihak berwenang pun telah mengeluarkan perintah evakuasi terhadap wargaApalagi, setelah gelombang laut bergerak mundur di lepas pantai Prefektur Iwate dan AomoriFenomena tersebut biasa terjadi sebelum datangnya tsunami.

Menurut NHK, sampai pukul 12.00 (pukul 10.00 WIB) ternyata tsunami tidak terjadi di wilayah ituPeringatan tersebut akhirnya dicabut karena adanya kesalahan dalam mendeteksi gempa"Ketika kami mendeteksi gempa bumi, peringatan tsunami sudah keluarPadahal, di monitor tidak ada gempa," kata seorang pejabat meteorologii kepada  AFPDia pun memastikan bahwa data yang masuk ke monitor itu adalah data bencana pada Jumat lalu(AFP/AP/Rtr/dwi)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Nekad Kirim Bantuan Meski Belum Diizinkan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler