Duh, Dua Bocah Terbakar Obor yang Dipakai Takbir Keliling

Sabtu, 18 Juli 2015 – 08:45 WIB
Wiwin meratapi nasib anaknya G yang mengalami luka bakar karena bermain obor.(Eko Hendri/Jawa Pos)

jpnn.com - SIDOARJO - Wiwin, perempuan yang tinggal di Desa Jabaran itu terlihat shock, air matanya menetes. Sesekali dia meniup tangan anaknya yang terbaring lemah di rumah sakit. G, 6, anak Wiwin, harus berlebaran di ruang perawatan karena mengalami luka bakar.

’’Ibu gak marah kok. Jangan diulangi lagi ya,’’ ujar Wiwin berbisik kepada G. Dia lalu mencium kening anaknya yang kondisinya tampak lemah. Dia menjawab bisikan ibunya dengan tangis.

BACA JUGA: 599 Penumpang Rayakan Idul Fitri di Pelabuhan

G bukanlah satu-satunya bocah yang menjadi korban dalam peristiwa kebakaran tersebut. Temannya yang berinisial F juga menjadi korban. Bahkan, kondisi F lebih parah. Anak berusia 6,5 tahun itu menderita luka bakar 90 persen. Rambutnya hilang dan sebagian kulitnya mengelupas.

Kamis (16/7) sekitar pukul 20.00, korban bersama teman-temannya mengikuti takbir keliling di desanya. Agar lebih semarak, beberapa anak diminta membawa obor. ’’Sebenarnya, saya sudah punya firasat tak enak. Beberapa hari terakhir, saya khawatir dengan anak saya,’’ ungkap Wiwin.

BACA JUGA: Perbaiki Diri ya, biar Dapat Remisi

Untuk memastikan anaknya aman, Wiwin lalu berinisiatif mengikuti takbir. Dia terus menjaga anak bungsunya tersebut. Takbir keliling berlangsung sekitar sejam. Setelah puas bertakbiran, mereka membubarkan diri. Begitu juga Wiwin dan anaknya.

Sesampai di jalan menuju rumahnya, perempuan berambut panjang itu berniat membeli gula untuk persiapan Lebaran. Dia lantas menitipkan G kepada kakaknya. Namun, ternyata G pergi menemui temannya, F dan D. Mereka lalu sepakat untuk bermain semburan api dengan obor dan minyak tanah.

BACA JUGA: Bak Moto GP, Cabe-cabean Dampingi Pembalap, Polisi: Ayo Jongkok Semua!

Tiga bocah itu tergolong cerdik. Untuk memastikan agar tidak diketahui orang, mereka bermain di lahan kosong yang agak jauh dari perumahan. Dia tempat tersebut, mereka lantas bermain api. Saat itulah insiden terjadi.

G dan F berlari ke jalan desa dengan tubuh berkobaran api. Tentu saja, hal itu mengundang perhatian. Warga langsung panik. Mereka sempat takut saat menolong karena api di tubuh dua bocah itu sangat besar. Beberapa menit kemudian, api berhasil dipadamkan dengan air seember.

’’Saya langsung menjerit saat tahu dia anak saya. Saya sempat tidak percaya,’’ tutur Wiwin. Dia lalu berlari mendekap anaknya. Namun, saat itu G tidak sadar dan tubuhnya sudah terluka. Sementara itu, Lastri, ibu F, yang diberi tahu langsung pingsan.

Dua bocah di bawah umur tersebut lantas dibawa ke RS Anwar Medika, Krian. G dan F langsung dirawat di IGD. Beberapa keluarga yang datang ke rumah sakit, termasuk tiga saudara F, tak henti menangis. Didik, ayah F, juga tampak sangat terpukul.

Karena luka keduanya cukup parah, rumah sakit merujuk mereka ke RSUD dr Soetomo Surabaya. Sementara itu, D selamat dari kejadian tersebut. Meski begitu, dia terlihat masih takut.

Kanitreskrim Polsek Balongbendo Ipda Bambang Susilo membenarkan adanya kejadian itu. Berdasar penyelidikan petugas, peristiwa tersebut adalah murni kecelakaan. Meski korban tidak melapor, polisi berusaha memantau perkembangan korban. ’’Kami sudah memeriksa TKP. Berdoa saja semoga mereka cepat sembuh,’’ katanya. (hen/c5/oni)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Hati-hati ya, Sengatannya Bisa Bikin Celaka


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler