Duh, Satu Jamaah Kloter 37 Tulang Bawang Belum Pulang

Kamis, 28 September 2017 – 03:45 WIB
Jemaah haji di Tanah Suci. Foto: Jawa Pos

jpnn.com, MENGGALA - Jamaah haji kloter 37 telah kembali ke Tulangbawang (Tuba), Lampung, pukul 01.00 WIB kemarin.

Namun, hingga saat ini satu jamaah atas nama Hadi Sukma Adsani, 73, belum juga ditemukan.

BACA JUGA: Oalah, Oknum Sipir Mau Aja Disuruh Antar Sabu

Hadi dinyatakan hilang sejak 25 hari lalu. Atau tepatnya pada 1 September 2017. Dia merupakan warga Kampung Kahuripanjaya, Kecamatan Banjarbaru, Tuba.

Koordinator rombongan kloter 37 Hi. Kamran menyatakan, ada 234 jamaah haji pulang dalam kondisi sehat. Tetapi, seharusnya jumlah jamaah yang pulang 235 orang. ’’Hadi diperkirakan hilang sekitar pukul 20.00 waktu Arab Saudi (WAS). Dan sampai sekarang belum berhasil ditemukan,” katanya kemarin.

BACA JUGA: PDIP Resmi Pecat Dua Kadernya

Hadi diperkirakan hilang saat berada di Mina. Saat itu, menurutnya, posisi jamaah haji tengah bermalam (mabit) di Mina. Menurut Kamran, pencarian telah dilakukan oleh pihaknya. Sejumlah tempat sudah didatangi. Tetapi, Hadi belum ditemukan.

’’Kami mencoba menelusuri di tiga rumah sakit di Arab Saudi. Namun masih juga belum ditemukan sampai sekarang,” tuturnya.

BACA JUGA: Tim Gegana Geledah Rumah Mustafa di Pesawahan

Menyikapi hal ini, Wakil Bupati Tuba Heri Wardoyo menyatakan telah menerima laporan soal hilangnya Hadi. Dia menyatakan segera berkoordinasi dengan Kementerian Agama.

’’Kita tetap berkoordinasi dengan Kemenag tentang jamaah haji kita yang hilang agar segera dikirim telegram untuk terus memantau perkembangan. Biasanya kan beberapa hari kemudian baru kita mendapat kejelasan," terangnya.

Terpisah, Kasi Informasi dan Humas Kanwil Kemenag Lampung Istutiningsih mengatakan telah berkoordinasi dengan panitia haji di tanah suci. ’’Tim di sana sudah maksimal untuk melakukan pencarian sampai saat ini,” kata dia.

Selain Hadi, ada satu lagi jamaah haji Indonesia yang hilang. Yakni atas nama Atim Arta Ota (62) asal Bogor, Jawa Barat. Atim tergabung dalam kloter 56 Jakarta-Bekasi. Dia diperkirakan menghilang pada 15 Agustus 2017 saat di Masjidilharam.

Hilangnya, jamaah haji asal Tuba ini menuai sorotan anggota Komisi V DPRD Lampung Garinca Reza Pahlevi. Dia menyesalkan terjadinya peristiwa tersebut.

’’Terlepas dari apa pun di sana, paling tidak harus ada antisipasi yang dilakukan. Artinya, komunikasi dan koordinasinya lemah kan,” kata dia.

Garinca menyarankan Kanwil Kemenag Lampung untuk meminta keterangan kepada ketua rombongan kloter tersebut. Kemudian melakukan evaluasi secara keseluruhan mengenai persoalan ini. ’’Tampak sepele, tetapi fatal. Sebab yang dipikirkan adalah keluarga yang bersangkutan,” ujarnya. (nal/abd/jpg/c1/wdi)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ledakan di Gedongair, Polisi Tetapkan Mustafa jadi Tersangka


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler