Dukung PEN, Bea Cukai Dorong UKM Dengan Fasilitas KITE-IKM

Jumat, 27 November 2020 – 03:59 WIB
Bea Cukai terus menyosialisasikan fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor untuk Industri Kecil dan Menengah (KITE-IKM) untuk mendorong program pemulihan ekonomi nasional. Foto: Humas Bea Cukai.

jpnn.com, JAKARTA - Bea Cukai terus menyosialisasikan fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor untuk Industri Kecil dan Menengah (KITE-IKM). Sosialisasi ini demi mewujudkan komitmen mendorong ekspor produk IKM.

Fasilitas ini memberikan kemudahan berupa pembebasan bea masuk beserta pajak dalam rangka impor (PDRI) untuk bahan baku, mesin, dan barang contoh yang diimpor. 

BACA JUGA: Bea Cukai Sambangi Pelaku Usaha untuk Menggali Potensi Ekspor

Kali ini, Bea Cukai Kudus mengadakan kegiatan agen fasilitas sebagai asistensi
terhadap pengusaha yang berpotensi untuk mendapat KITE maupun KITE IKM.

Bea Cukai Kudus mengunjungi CV. Mebel Jati Jepara di Mlonggo, Jepara, Senin (23/11).

BACA JUGA: Bea Cukai Pontianak Berikan Fasilitas KITE IKM ke Pengekspor Ubur-Ubur

Bea Cukai Kudus diwakili Pemeriksa Bea dan Cukai Ahli Pertama Didit Ghofar diterima langsung pemilik CV Mebel Jati Jepara Abdul Latif,

“Saya sudah lama berkecimpung di dunia furniture, dan salah satu kendala yang sering dihadapi adalah pembayaran bea masuk atas bahan baku, penolong, dan barang contoh. Karena itu, saya merasa tertolong dengan  fasilitas KITE IKM,” ujar Abdul. 

BACA JUGA: KITE IKM dari Bea Cukai Beri Dampak Ekonomi Positif

Didit dalam kesempatan itu menjelaskan beberapa fasilitas yang akan diperoleh apabila mendapat fasilitas KITE IKM, sekaligus persyaratan dan kewajiban yang harus dipenuhi untuk mendapatkannya.

Sementara itu, Bea Cukai Bekasi menggelar  focus group discussion bersama dengan sebagian pengusaha IKM di wilayah Bekasi.

Acara yang digelar di aula kantor Bea Cukai Bekasi, Senin (23/11), itu bertujuan untuk  mendengarkan langsung informasi, harapan, serta kendala yang dialami pengusaha IKM dalam menjalankan usahanya, terutama kegiatan impor dan ekspor.

Selain diskusi dilakukan pula pengumpulan data dari para pengusaha IKM.

“Pengumpulan data terkait aktivitas produksi dan data lainnya terkait profil IKM bertujuan untuk mendapatkan gambaran lengkap dari para pengusaha IKM, untuk  jadi dasar kebijakan terkait fasilitas berupa insentif fiskal dan kemudahan prosedur yang akan diberikan,” papar Kepala Bea Cukai Bekasi Bobby Situmorang

Kegiatan ini akan dilaksanakan berkala secara tematik dengan target mampu optimal memberikan fasilitas KITE IKM, serta tujuan yang lebih besar lagi yaitu IKM mampu menembus pasar ekspor.

Bea Cukai Yogyakarta mengadakan kegiatan Bejo Sowan Pengguna Jasa, Rabu (18/11).

Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai VI Turanto Sih Wardoyo, berkunjung ke Palem Craft yang berlokasi di Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta. 

Palem Craft merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri kesenian dan kerajinan tangan yang berdiri sejak 2003.

Hasil industri perusahaan ini berupa produk home decor yang berasal dari tumbuhan.

Hasil industri Palem Craft mayoritas dikirim ke luar negeri meliputi pasar Eropa, Timur Tengah, hingga Amerika.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi mengenai fasilitas KITE-IKM kepada pengguna jasa.

Selain itu, kegiatan ini merupakan salah satu upaya Bea Cukai Yogyakarta dalam mendukung program PEN, dengan menjaring pengusaha IKM di Provinsi DIY agar dapat memanfaatkan fasilitas KITE IKM. 

Diharapkan melalui kegiatan ini, makin banyak pengusaha IKM yang dapat memanfaatkan fasilitas KITE IKM untuk meningkatkan produksi dan volume ekspor sehingga dapat meningkatkan kinerja perusahaan dan berkontribusi pada pemulihan ekonomi nasional. (*/jpnn)


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Bea Cukai   KITE IKM   ekspor  

Terpopuler