Dulu Penurut, Sekarang Berani Bohongi Orang Tua

Selasa, 02 Februari 2016 – 15:30 WIB
Tampak Ibu Marjaah, Ibunda Rani Ayunia Pradini Putri (19) menunjukkan foto anaknya yang menghilang diduga ikut organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). FOTO: Lombok Post/JPNN.com

jpnn.com - Tidak hanya Rani Ayunia Pradini Putri (19), Risman Hafiz ikut menghilang. Pria 23 tahun itu hilang bersamaan dengan Rani. Hingga kini, buah hati Sahdan dan Baiq Listiarini tak kunjung pulang.

Risman ini hilang sejak 31 Juni 2015. Kala itu, dia pamit ke Kalimantan Barat mengikuti bosnya untuk mengerjakan proyek rumah panggung sebanyak 25 unit.

BACA JUGA: Rani Ternyata Pengumpul Dana Sumbangan Gafatar

Malam sebelum berangkat, dia sempat meminta ibunya membuat abon. Tapi, permintaan itu tak dituruti. Alasannya, ibunda Risman tidak setuju anaknya pergi.

Larangan orang tua dan keluarganya tidak membuat Risman mengendurkan niatnya berangkat ke Kalimantan.

BACA JUGA: Orang Tua Rani Pernah Mendatangi Paranormal, Katanya...

“Ternyata malamnya dia pergi. Kami baru tahu setelah dia tiba di Kalimantan Barat,” beber ibu Risman, Listiarini seperti dilansir Lombok Post (Grup JPNN), Selasa (2/2).

“Dia bilang ndak ada hubungan dengan Gafatar. Dia hanya kerja proyek saja,” kata dia membeberkan alasan Risman.

BACA JUGA: Sempat Curiga Dibawa Kabur Sang Pacar

Ayahnya Sahdan sejak awal sudah curiga dengan gerak gerik anaknya. Karena, Risman pernah mengikuti organisasi sesat tersebut.

“Dari kelas III SMA dia ikut Gafatar. Tamat sekolah, Risman ngaku sudah keluar, tapinya nyatanya masih ikut,” katanya.

Selama bergabung dengan Gafatar, kata dia, Risman kerap menunjukan sikap aneh. “Ketika kita tanya mau keluar kemana, jawabanya ada agenda,” ujar dia.

Selain itu, Risman ini kerap berdebat dengan ayah dan kakaknya. Terutama ketika berbicara seputar agama. Menurut Sahdan, anak keduanya itu pernah mendebat kakaknya soal agama.

“Dia bilang baca alquran cukup artinya saja. Kakaknya meluruskan pemahamannya, tapi tetap dia ngeyel,” ungkapnya.

Risman ini pernah diminta kuliah, namun ditolaknya. Ia menduga anaknya terpengaruh ajaran Gafatar sehingga tidak ingin melanjutkan ke perguruan tinggi.

“Pernah kita suruh kuliah, dia ndak mau  sejak masuk Gafatar,” ungkap dia.

Sahdan hanya bisa berharap anaknya cepat kembali. Karena setiap hari ibunya menangis memanggil namanya. Ia juga meminta kepolisian bergerak cepat mencari keberadaan anaknya.

“Saya harap dia bisa kumpul lagi bersama kami,” katanya penuh harap.(jl0/arl/r3/fri/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pengakuan Gay, Tetap Bercinta Dengan Wanita


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler