Edit Foto Lebih Ganteng, Keluarkan Rayuan Gombal, Pria Berwajah Pas-pasan Dibekuk Polisi

Minggu, 11 Oktober 2015 – 09:08 WIB
Ilustrasi. pixabay.com

jpnn.com - SURABAYA - M. Miftahul Ulum sepertinya punya bakat bersilat lidah. Dengan rayuan gombal yang ditujukan kepada para cewek, dia pun sukses melakukan tindak kriminal, yakni menggasak motor korbannya. Untuk melancarkan aksinya pria berwajah pas-pasan tersebut rela mengedit foto wajahnya agar lebih ganteng sebelum beraksi. 

Bakatnya itu juga dimanfaatkan untuk melakukan aksi kriminal. Karyawan sebuah tempat karaoke itu melarikan sepeda motor milik perempuan yang baru menjadi kekasihnya. 

BACA JUGA: Kamar Didobrak, Ternyata Pak Polisi dan Bu Guru Cantik Sedang...

Mifta, sapaannya, mengajak M. Gufron, 21, yang berperan sebagai penadah. Akibatnya, dua warga Jalan Gembong II itu harus mendekam di bui Polrestabes Surabaya.

Sebelum menjalankan aksinya, Mifta mencari target melalui pesan BBM (BlackBerry messenger). Agar cepat mendapatkan kenalan perempuan, Mifta memasang foto dirinya yang telah diedit. Tujuannya, wajahnya menarik bagi perempuan yang dijeratnya. 

BACA JUGA: Inilah Kronologis Pembunuhan PNF, Jilbab Putih Milik Korban Ikut Terbawa

Setelah target didapat, Mifta memakai senjata rayuan gombal. Korban yang sudah dibuat mabuk kepayang mudah diperdayainya. "Saya lebih mencari gadis yang masih sekolah," kata Mifta. 

Setelah berhasil menaklukkan hati korban, pria 18 tahun itu mengajak korban untuk bertemu. Namun, Mifta meminta korban membawa sepeda motor untuk menjemputnya. Dia beralasan sepeda motor miliknya sedang dipakai orang tuanya. "Kami janjian di Jalan Pegirian," ujarnya. 

BACA JUGA: Belum Nikah dalam Satu Kamar, Delapan Pasangan Diamankan

Mereka pun berjalan-jalan. Dia mengajak ke tempat sepi di Jalan Setro V. Alasannya mengajak ke tempat tersebut agar bisa berduaan. "Kekasih saya pun tidak menolaknya," ucapnya. 

Lalu, pelaku meminjam motor dengan alasan untuk mengantar ayahnya. "Setelah itu, motor saya serahkan kepada Gufron untuk dijual," katanya.

Gufron mengakui sudah tiga kali melakukan aksi yang sama. Satu unit motor dijual Rp 3 juta. "Hasil curian dijual ke wilayah Bangkalan, Madura," kata Gufron. 

Gufron mengatakan, uang hasil penjualannya tersebut digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Sebagian lagi dipakai untuk bersenang-senang.

Berawal dari BBM, aksi mereka berakhir dari BBM. Bedanya, BBM terakhir adalah pancingan dari polisi. Kabaghumas Polrestabes Surabaya AKP Lily Djafar mengutarakan, petugas yang menyamar mengajak pelaku untuk bertemu di Jalan Rangkah. Saat berada di lokasi, lanjut Lily, petugas melihat Mifta datang bersama Gufron. (ian/c6/ady)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Satpol PP Dapat 8 Pasangan Tanpa Surat Nikah


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler