Elektabilitas Prabowo dan Anies Kalah dari Ganjar!

Selasa, 15 Juni 2021 – 15:47 WIB
Hasil survei Center for Political Communication Studies (CPCS) terkait elektabilitas capres. (ANTARA/HO-Survei CPCS)

jpnn.com, JAKARTA - Hasil survei Center for Political Communication Studies (CPCS) memperlihatkan elektabilitas Prabowo Subianto dan Anies Baswedan kalah dari Ganjar Pranowo.

Elektabilitas ketua umum DPP Partai Gerindra dan Gubernur DKI Jakarta itu kalah dari gubernur Jawa Tengah, berdasarkan pilihan milenial dan gen z.

BACA JUGA: Hary Tanoe Maju Pilpres 2024? Jawabannya Sangat Tegas

Ganjar berada di urutan pertama dengan elektabilitas 17,7 persen.

Disusul Ridwan Kamil (16 persen), kemudian disusul Prabowo Subianto (12,8 persen) dan Anies (7,6 persen).

BACA JUGA: Data Kependudukan Bocor di 4 Daerah, Guspardi Minta Aparat Segera Bertindak

Di urutan kelima terdapat Ketua Umum DPP partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan mengantongi persentase 7,3 persen.

"Capres yang paling diunggulkan oleh pemilih milenial dan gen Z bukan figur Prabowo yang biasanya paling difavoritkan secara umum, tetapi lebih condong pada Ganjar dan Ridwan Kamil," ujar Direktur Eksekutif CPCS Tri Okta SK dalam siaran persnya, di Jakarta, Selasa (15/6).

BACA JUGA: Permasalahan GKI Yasmin Diselesaikan dengan Hibah Lahan, Begini Sikap Menag

Menurut Okta, tingginya elektabilitas Prabowo selama ini lebih banyak disumbang oleh pemilih generasi yang lebih tua.

Sementara itu, lanjut dia, perubahan demografi telah terjadi sejak Prabowo pertama kali berlaga pada Pemilu 2009, ketika berpasangan dengan Megawati.

Berikutnya Prabowo dua kali menjajal sebagai capres pada 2014 dan 2019, tetapi kalah.

"Makin besarnya pemilih muda pada Pemilu 2024 mendatang patut menjadi pertimbangan partai-partai politik dalam mengusung figur sebagai capres-cawapres," tuturnya.

Belakangan mencuat lagi wacana memasangkan kembali Megawati-Prabowo, yang notabene adalah pasangan klasik dari masa Pilpres 2009.

Kombinasi yang lebih menarik adalah Prabowo-Puan. Prabowo merepresentasikan golongan tua dan Puan mewakili kalangan muda.

Puan disebut-sebut menjadi figur sentral dalam regenerasi di internal PDIP.

"Sebagai politikus perempuan, Puan bisa meneruskan gaya kepemimpinan Megawati," kata Okta.

Di sisi lain, figur-figur muda seperti Ganjar, RK, dan AHY bisa menjadi tantangan bagi pasangan Prabowo-Puan.

"Popularitas Ganjar di media sosial sampai-sampai membuat pihak elite PDIP meradang, melihatnya sebagai ancaman terhadap rencana mengusung Prabowo-Puan yang didukung koalisi PDIP-Gerindra," ucap Okta.

Demikian pula dengan nama-nama seperti Erick Thohir (6,0 persen), Sandiaga Uno (5,8 persen), Tri Rismaharini (4,3 persen), dan Giring Ganesha (2,3 persen).

Lalu ada Khofifah Indar Parawansa (2,3 persen) dan Mahfud MD (1,0 persen).

Lainnya hanya di bawah 1 persen, dan sisanya tidak tahu/tidak jawab 14,6 persen.

Survei CPCS dilakukan pada 1-10 Juni 2021, dengan jumlah responden 1.200 orang mewakili seluruh provinsi di Indonesia dan berusia 16-39 tahun.

Survei dilakukan melalui sambungan telepon terhadap responden yang dipilih secara acak dari survei sebelumnya sejak 2019.

Margin of error survei lebih kurang 2,9 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.(Antara/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler