Empat Pelaku Pencurian Ternyata Bersaudara

Rabu, 10 Januari 2018 – 05:31 WIB
Sat Reskrim Polres Bontang berhasil menangkap pelaku pencurian kabel instalasi di bangunan Pasar Rawa Indah, Senin (8/1) lalu. Foto: Fahmi Fajri/Bontang Post

jpnn.com, BONTANG - Polisi berhasil menangkap tiga dari empat pelaku pencurian kabel instalasi di bangunan Pasar Rawa Indah, Bontang, Kaltim.

Ketiganya yakni A, RZ, dan AMN. Sedang B masih buron. Mereka yang sudha tertangkap mengakui dapat ilmu mencuri dari seorang penjambret.

BACA JUGA: Dokumen Manifes dan 1.353 HP Hilang, Oknum BC Diperkarakan

RZ mengakui dirinya sudah lama melakukan pencurian di bangunan Pasar Rawa Indah. Tahun 2017 menjadi awal mereka mulai mencuri kabel-kabel di Pasar Rawa Indah.

“Sudah kami jual, harga satu kilogram tembaga listriknya senilai Rp 50 ribu,” ujar RZ.

BACA JUGA: Belajar Autodidak, Hadi Kurniawan Kantongi Puluhan Juta

Di masa awal pencurian, mereka berhasil membawa pulang 7 kilogram tembaga. Pencurian ini pun berlanjut dengan hasil bervariasi, mulai dari 5 kilogram, 6 kilogram, dan terakhir 11 kilogram.

Hasil penjualannya, mereka gunakan untuk pelesiran ke Bontang Kuala. “Minum-minum saja bareng teman, pokoknya dipakai happy-happy saja,” ungkapnya.

BACA JUGA: Ibu Rumah Tangga Bantu Suami Mencuri

Dikatakan RZ, otak pencurian ialah B yang saat ini masih buron.

Dalam hubungan keluarga, B merupakan anak kedua, RZ anak ketiga, sedangkan tersangka lainnya AMN merupakan adik RZ. “Untuk A, dia ini sepupu kami,” kata RZ.

Saat disinggung mengapa melakukan pencurian, mereka mengaku karena mereka tak ada pekerjaan. “Pernah sih kerja di pasar, jadi tukang sapu,” ujarnya.

Diakui RZ, orang tuanya baru tahu bahwa mereka mencuri kabel di bangunan Pasar Rawa Indah setelah terjadi penangkapan beberapa waktu lalu.

“Sebelumnya tidak tahu, uangnya juga gak pernah dikasih ke orang tua, dipakai happy-happy saja,” ungkapnya.

Untuk total hasil penjualannya, RZ mengaku tidak melebihi Rp 5 jutaan. Tembaga yang dijual pun ada di langganan mereka di wilayah Lengkol.

Mereka juga mengakui sebagai pelaku pencuri sollar cell. Tindakan pencurian pun semuanya dilakukan malam hari.

“Semuanya malam, awalnya kami curi kabel dulu, accu sollar cell baru-baru saja dari bulan puasa tahun kemarin,” bebernya.

RZ mengaku mengetahui aki sollar cell jika dijual akan bernilai tinggi dari temannya seorang jambret yang sudah meninggal.

“Ada yang meninggal di Teluk Pandan digebuki warga karena jambret. Jadi kami tahu dari dia yang sudah almarhum,” pungkasnya.

Kapolres Bontang AKBP Dedi Agustono mengatakan bahwa kasusnya masih dikembangkan oleh penyidik. Dan satu orang yang buron atau DPO sedang dalam pencarian. (mga)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Angka Kriminalitas Kabupaten Bekasi Turun 70 Persen


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler