Epidemiolog Mengingatkan Warga Jangan Memaksakan Diri Mudik Lebaran 2021

Minggu, 04 April 2021 – 23:49 WIB
Warga melintas di dekat spanduk seruan untuk menunda mudik menjelang puasa dan Lebaran di Jalan Sudirman, Serang, Banten, Kamis (9/4/2020). Foto: dok ANTARA /Asep Fathulrahman/foc.

jpnn.com, JAKARTA - Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University, Australia Dicky Budiman mengatakan keputusan pemerintah melarang mudik Lebaran 2021 sudah tepat.

Menurutnya, saat ini penyebaran Covid-19 hingga belum terkendali sehingga perlu ada pembatasan pergerakan masyarakat.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: PNS Selingkuh Kena 3 Sanksi, Mahfud MD Bakal Gelar Pertemuan Besar, Pengakuan Pengacara Rizieq

"Membutuhkan peran aktif semua orang. Artinya membatasi diri tidak bepergian, kemudian juga membatasi mobilitas interaksi," kata Dicky pada Minggu (4/4).

Dia menegaskan masyarakat harus selalu menerapkan protokol kesehatan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas sesuai anjuran pemerintah.

BACA JUGA: Larangan Mudik 2021 Tidak Berlaku Bagi Kelompok Ini

Dicky mengatakan masyarakat bisa memberikan pemahaman kepada orang terdekat dan keluarga di kampung tentang alasan tidak mudik. Jika harus bepergian,  dia mengingatkan masyarakat harus memilih beraktivitas di tempat yang relatif aman dari penularan virus, seperti ruang terbuka.

Dia juga mengatakan masyarakat sebaiknya tidak mengunjungi lansia yang belum divaksin, meski ada di satu kota yang sama. Jika harus mudik dengan beberapa alasan mendesak, Dicky menyarankan dengan rangkaian persiapan.

BACA JUGA: Pemerintah Larang Mudik Lebaran, Ridwan Kamil Bilang Begini

Mulai dengan memerhatikan kondisi sehat, tidak ada kontak dengan orang terduga, melakukan pemeriksaan rapid test antigen setidaknya minimal sebelum 1-3 hari sebelum bepergian.

"Gunakan kendaraan pribadi, itu lebih diutamakan," imbuhnya.

Saat perjalanan dengan kendaraan pribadi, dia meminta jangan ada ibu hamil, anak-anak atau orang lanjut usia. Jika harus berhenti di rest area, masyarakat diingatkan tidak berlama diri.

Cukup 15 menit di toilet, masjid, atau toko.

"Kalau bisa yang bepergian itu sudah divaksin. Kalau belum divaksin, lebih baik jangan bepergian," imbuhnya.

Saat tiba di kampung halaman, tegasnya, semua harus tetap menerapkan 5M. "Setelah pulang ke tempat tinggal, 3-5 hari setelahnya kembali rapid test antigen," jelasnya.

Jika di kampung ada orang yang positif Covid-19, Dicky meminta masyarakat tidak memaksakan diri untuk mudik. (flo/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler