Fahmi Idris Masih yang Terkaya

Rabu, 20 Januari 2010 – 00:19 WIB
LAPOR - Mantan Menteri LH Rachmat Witoelar (kiri), mantan Menhut MS Kaban, Wakil Ketua KPK M Jasin (tengah), mantan Menteri Perindustrian Fahmi Idris, serta mantan Menkumham Andi Mattalata, saat jumpa pers usai melaporkan harta kekayaan di KPK, Selasa (19/1). Foto: Raka Denny/Jawa Pos.
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya menggenjot kepatuhan penyelenggara negara terhadap pelaporan kekayaanLembaga itu mengapresiasi para mantan pejabat yang mau melaporkan kekayaannya secara sukarela

BACA JUGA: Kasus Pencemaran Nama Jangan Diprioritaskan

Salah satunya adalah dengan membeberkan kekayaan empat menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) I yang telah purna tugas.

Empat menteri yang kemarin membeber kekayaannya adalah mantan Menteri Lingkungan Hidup (LH) Rachmat Witoelar, mantan Menteri Kehutanan (Menhut) Malam Sambat Kaban, mantan Menteri Perindustrian Fahmi Idris, serta mantan Menkumham Andy Mattalatta
"Kami mengapresiasi para mantan menteri ini, karena begitu purna tugas mereka langsung melaporkan kekayaannya," jelas Wakil Ketua KPK, M Jasin, Selasa (19/1) kemarin.

Menurut M Jasin, dari 36 bawahan presiden yang ada (di kabinet itu), hanya seorang yang belum melaporkan

BACA JUGA: Ketua DPR Anggap Kerugian Negara Hanya Rp 1,7 Triliun

Ia adalah mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) M Lutfi.

Di antara empat menteri itu, Fahmi Idris tercatat memiliki pundi kekayaan terbanyak, senilai Rp 65,7 miliar
Kekayaan itu berkembang dalam tiga tahun terakhir

BACA JUGA: BAKN DPR Rekomendasikan Proses Hukum Kasus Century

Semula saat melaporkan ke KPK awalnya, nilai kekayaan Fahmi 'hanya' Rp 63,7 miliar"Tak semua nilai harta saya naikBeberapa mobil yang saya jual nilainya tinggal Rp 1,5 miliarPadahal dulu saya mengeluarkan uang Rp 3,4 miliar untuk membelinya," jelas Fahmi pula.

Mantan menteri lain yang cukup kaya adalah Andy MattalattaKPK menghitung, kekayaan Andy terakhir sejumlah Rp 7,8 miliarNilai itu naik dalam dua tahun terakhir, di mana semula kekayaan Andy hanya Rp 3,3 miliarHarta Andy yang meroket terlihat dari kenaikan nilai jual harta tak bergerak, seperti rumah dan tanah"Saya ini mungkin paling patuh lapor kekayaanSejak jadi penyelenggara negara, sudah lima kali saya lapor kekayaan ke KPK," jelas pria kelahiran Makassar itu.

Dua menteri lainnya, yakni MS Kaban dan Rachmat Witoelar, nilai kekayaannya bisa disebut 'tak seberapa'KPK mencatat nilai harta Kaban senilai Rp 4,2 miliarHanya naik seratusan juta sejak dua tahun terakhirSedangkan Rachmat, tercatat memiliki pundi-pundi harta sejumlah Rp 6,1 miliar.

Jasin mengungkapkan lagi bahwa kepatuhan para menteri KIB I perlu diapresiasi"Hanya beberapa hari setelah meletakkan jabatan, mereka langsung datang kemariIni patut dicontoh oleh penyelenggara negara lain," ungkapnya.

Para menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, ungkap M Jasin pula, sebenarnya juga memiliki kepatuhan tinggiSebanyak 37 menteri semuanya sudah melaporkan kekayaannyaYang tersisa saat ini hanya enam wakil menteri yang masih tertinggal"Terhadap mereka (wakil menteri), kami menunggu untuk melaksanakan amanat undang-undang ini," terang Jasin.

Dalam kesempatan itu, Jasin sendiri juga ikut membeberkan harta kekayaannya kepada publikSetidaknya dalam dua tahun terakhir, harta Jasin tercatat meningkat tajamDua tahun lalu, Jasin hanya memiliki harta senilai Rp 545 jutaTapi sekarang sudah berkembang menjadi Rp 1,2 miliar.

Dalam data yang dihimpun KPK, terlihat jelas bahwa giro dan tabungan Jasin meningkat"Anda kan tahu, dulu saya pejabat struktural biasaSekarang pimpinanTentu gajinya lebih besar," ucapnya pula(git)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Remunerasi Tertinggi di Level Deputi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler