Fenomena Super Blue Blood Moon pun Dipeleset

Kamis, 01 Februari 2018 – 15:37 WIB
Gerhana Bulan Total dilihat dari sekitar Klenteng Sanggar Agung Surabaya, Rabu (31/1/2018). Foto: Dipta Wahyu/Jawa Pos

jpnn.com, JAKARTA - Fenomena super blue blood moon tak luput dari kabar hoaks di media sosial.

Ironisnya, kabar hoaks itu dikaitkan dengan agama. Maksudnya sih baik, mengajak orang untuk berdoa, bertobat, dan bermunajat.

BACA JUGA: Lapan: Gerhana Bulan Pukulan Telak Bagi Penganut Bumi Datar

Tapi, menjadi tidak baik karena kebaikan tersebut dibalut dengan kebohongan.

Pesan itu menyebutkan, pukul 03.25 (tadi malam, Red), bulan akan mengelilingi Kakbah dan langit akan berwarna biru muda.

BACA JUGA: Jam Gadang dan Gerhana Bulan

Kalimat itulah yang sebenarnya hoaks. Menurut Aviva Yamani, komunikator astronomi dari komunitas Langit Selatan, pada pukul 03.25, hanya ada bulan purnama.

Bulan tidak mengelilingi Kakbah. Yang dikelilingi itu bumi.

BACA JUGA: Kok gak Kelihatan Bulan Merah Darah? Begini Penjelasannya

Ternyata, pesan tersebut menyebar setiap tahun. Di Facebook, banyak akun yang mem-posting status serupa pada akhir Desember 2017.

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin menyatakan, informasi terkait bulan yang mengelilingi Kakbah adalah hoax lama yang masih beredar.

''Logika sederhana saja, tidak mungkin bulan mengitari Kakbah,'' katanya. Dia menegaskan bahwa bulan mengitari bumi secara keseluruhan.

Thomas juga memberikan penjelasan soal langit malam yang berubah menjadi biru.

Menurut dia, kondisi atau warna langit malam hanya hitam kelam.

''Kecuali ada polusi cahaya,'' tuturnya. Khusus hal itu, warnanya tergantung warna lampu yang memicu polusi cahaya. (gun/wan/c18/fat/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Warga Vila Mas Indah Tak Bisa Saksikan Gerhana Bulan


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler