Ferdinand Minta TNI Bongkar Fakta-Fakta di Balik Peristiwa 1965

Selasa, 05 Oktober 2021 – 10:51 WIB
Ketua Yayasan Keadilan Masyarakat Ferdinand Hutahaean. Ilustrasi Foto: Ricardo/jpnn.com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Yayasan Keadilan Masyarakat Ferdinand Hutahaean menyarankan TNI untuk membongkar fakta-fakta di balik peristiwa yang melibatkan Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tahun 1965.

Hal itu menurut Ferdinand, perlu dilakukan agar isu PKI tidak dijadikan bahan untuk menyerang pemerintah dan digunakan untuk mencari panggung setiap tahunnya.

BACA JUGA: Film G30S/PKI, Antara Malam Horor bagi Murid dan Penyesalan Sutradara

"Tidak lagi ada kelompok-kelompok yang menjadikan isu tentang PKI ini menjadi isu tahunan yang dijual untuk mencari panggung politik," kata Ferdinand saat dihubungi JPNN.com, Selasa (5/10).

Menurut Ferdinand, TNI perlu mengadakan diskusi melalui lembaga yang dimilikinya agar fakta sesungguhnya terkait isu PKI bisa terungkap.

BACA JUGA: Pernah Berhubungan dengan Wanita Berhijab Ini? Buruan ke Polres

Mantan politikus Partai Demokrat itu juga menyakini fakta-fakta yang ada di tengah masyarakat saat ini tidak sepenuhnya benar.

"Data informasi yang diberikan kepada publik selama ini menurut saya memang tidak sesuai fakta. Karena apa? PKI dalam melakukan aksinya sekali pun tidak pernah berbicara tentang mendirikan negara komunis," lanjutnya.

BACA JUGA: Ferdinand Sebut Twit Pigai soal Pak Jokowi dan Mas Ganjar Sudah di Luar Batas

Menurut dia, rakyat pasti juga bertanya-tanya tentang posisi Soeharto dalam peristiwa G30S/PKI itu.

"Orang bertanya-tanya tentang posisi Soeharto, tentang perbedaan pendapat antara jenderal-jenderal dengan Soekarno. Nah, ini ada apa sesungguhnya," jelasnya.

Ferdinand berpendapat ada hal lain yang menjadi latar belakang peristiwa G30S/PKI itu, bukan atas dasar ideologi semata.

"Penculikan terhadap para pahlawan revolusi menurut saya bukan tentang ideologi, tetapi tentang sebuah pertentangan di internal. ini dugaan saya bukan fakta, bukan informasi, tetapi dugaan saya," tuturnya.

Tak hanya itu, Ferdinand juga menyoroti banyak buku-buku yang berisi tentang peristiwa kelam Republik Indonesia yang ditarik dari peredaran juga membuat minimnya fakta yang sesungguhnya terjadi.

Oleh karena itu, dia berharap agar TNI bisa membongkar fakta-fakta sejarah dan membentuk suatu diskusi agar semuanya menjadi jelas.

"Namun, apakah kita semua, bangsa ini siap ke depan apabila kebenaran tentang 1965 ini terkuak secara benar dan secara jujur," pungkas Ferdinand.

Meski begitu, dia tetap menegaskan masyarakat Indonesia harus melawan ideologi komunis untuk berkembang.

"Ideologi komunis ini tetap harus kita lawan," tegas Ferdinand.

Ferdinand Hutahaean juga berharap pada hari ulang tahun ke-76 ini, TNI akan makin kuat dan satu langkah ke depannya.

"Satu langkah antara tiga matra yang ada untuk menjadi perisai dan pelindung NKRI," ujar Ferdinand. (mcr8/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!

BACA ARTIKEL LAINNYA... DT Tepergok Istri Saat Menindih Anak Tirinya, Langkah Seribu!


Redaktur : Rasyid Ridha
Reporter : Kenny Kurnia Putra

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler