Ferdy Sambo Tetap Ditahan di Mako Brimob

Rabu, 05 Oktober 2022 – 15:32 WIB
Tersangka Ferdy Sambo. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Kejaksaan Agung menyatakan bahwa tersangka pembunuhan berencana Brigadir J, dan obstruction of justice kasus itu, Ferdy Sambo, tetap ditahan di Mako Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Selain Ferdy Sambo, tersangka obstruction of justice lainnya, yakni Hendra Kurniawan (HK), Agus Nurpatria (AN) dan Arif Rahman Arifin (ARA), juga tetap ditahan di Mako Brimob Polri. 

BACA JUGA: Ferdy Sambo Cs Dibawa Menggunakan Kendaraan Taktis

“Terhadap yang lain, CP (Chuck Putranto), IW (Irfan Widyanto), dan BW (Baiquni Wibowo) di Bareskrim Polri,” kata Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejagung Fadil Zumhana di Jakarta, Rabu (5/10). 

Selanjutnya, untuk tersangka pembunuhan berencana Brigadir J, seperti Ricky Rizal, Richard Eliezer, dan Kuat Ma’ruf juga ditahan di Bareskrim Polri.

BACA JUGA: Tim JPU Periksa Barang Bukti Kasus Ferdy Sambo Cs dalam 6 Boks Plastik

Tersangka Putri Candrawathi ditahan di Rutan Salemba cabang Kejagung RI Jakarta Pusat.

Lebih lanjut Fadil mengatakan pelaksanaan tahap II akan dilaksanakan di Jampidum Kejagung, Rabu (5/10). Untuk  barang bukti yang akan diserahkan, lanjutnya, juga sudah diverifikasi, Selasa (4/10).

BACA JUGA: Ronny Talapessy: Bharada E Siap Menghadapi Persidangan

Dalam kesempatan tersebut, katanya, tersangka FS, RE, RR, KM, dan PC dikenakan Pasal 340 dan 338 KUHP, sedangkan terkait obstruction of justice, para tersangka yaitu FS, HK, AN, ARA, CP, BW, dan IW dijerat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) sebagaimana diatur dalam KUHP.

Sesuai ketentuan hukum pidana, Jampidum akan menindaklanjuti dengan mengambil langkah sesuai kewenangan yang diatur dalam UU.

Berdasarkan itu, jaksa penuntut umum berwenang melakukan penahanan terhadap tersangka yang diserahkan ke Kejagung. Tujuan penahanan itu ialah untuk memudahkan proses persidangan.

Pada prinsipnya, Kejagung ingin perkara yang menewaskan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat dilaksanakan secara cepat, sederhana serta berbiaya ringan, termasuk memudahkan membawa tersangka ke persidangan.

Jampidum mengupayakan perkara tersebut segera dilimpahkan ke Pengadilan Jakarta Selatan dan mendapat keadilan serta kepastian hukum.

"Surat dakwaan sudah kami koreksi dan kami terus perbaiki atau sempurnakan supaya pelaksanaan persidangan berjalan dengan sebaik-baiknya," ujar Fadil Zumhana. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler