Filipina Sudah Mengadu ke Amerika, Tiongkok Sebaiknya Siap-Siap

Kamis, 01 April 2021 – 21:19 WIB
Peta konflik klaim wilayah antar-negara di Laut Tiongkok Selatan. Foto: Antara/inquirer.net

jpnn.com, WASHINGTON DC - Penasihat keamanan nasional untuk Amerika Serikat dan Filipina membahas keprihatinan bersama mereka atas aktivitas Tiongkok di Laut China Selatan, Rabu (31/4).

Filipina menggambarkan kehadiran ratusan kapal Tiongkok di dalam zona ekonomi eksklusif sepanjang 200 mil di Whitsun Reef sebagai pengepungan yang mengancam.

BACA JUGA: Lebih dari 200 Kapal Tiongkok Dituding Langgar Wilayah Filipina di Laut Tiongkok Selatan

Manila yakin kapal-kapal itu diawaki oleh milisi maritim. Namun, para diplomat Tiongkok mengatakan kapal-kapal itu berlindung dari laut yang ganas dan tidak ada milisi di dalamnya.

Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Jake Sullivan dan Penasihat Keamanan Nasional Filipina Hermogenes Esperon telah bersepakat bahwa kedua negara akan terus berkoordinasi erat dalam menanggapi tantangan di Laut Cina Selatan.

BACA JUGA: 220 Kapal Perang Tiongkok di Laut China Selatan, Filipina Cuma Bisa Lakukan Ini

"Sullivan menekankan bahwa Amerika Serikat mendukung sekutu kami Filipina dalam menegakkan tatanan maritim internasional berbasis aturan, dan menegaskan kembali penerapan Perjanjian Pertahanan Bersama AS-Filipina di Laut China Selatan," demikian pernyataan Gedung Putih.

Kanada, Australia, Jepang, dan beberapa negara lainnya telah menyuarakan keprihatinan tentang aktivitas Tiongkok di Laut China Selatan.

BACA JUGA: Radikalisme Menurun Saat Pandemi COVID-19, Indonesia Lebih Aman dari Filipina dan Thailand

Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan, Tiongkok, dan Vietnam memiliki klaim wilayah yang tumpang tindih di Laut China Selatan, yakni perairan yang dilalui aktivitas perdagangan setidaknya senilai 3,4 triliun dolar AS per tahun. (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler