Finalisasi Unas 2015 Dirembuk Hari Ini

Senin, 29 Desember 2014 – 04:57 WIB
Siswa SMP mengikuti Ujian Nasional. Foto: Jawa Pos/dok.jpnn

jpnn.com - JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengebut finalisasi persiapan ujian nasional (unas) 2015.

Rencananya siang ini (29/12) Mendikbud Anies Baswedan memimpin rapat persiapan bersama dengan kepada dinas pendidikan tingkat provinsi se-Indonesia di Jakarta.
 
Anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Teuku Ramli Zakaria menuturkan, segala masukan perubahan konsep unas sudah mereka godok bersama dengan tim dari Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud.

BACA JUGA: Pertahankan K-13, Kirim Petisi ke Kemendikbud

Ramli menuturkan, diantara perubahan yang akan disosialisasikan adalah perubahan nama unas menjadi evaluasi nasional (enas).
 
"Biar Pak Menteri (Mendikbud Anies Baswedan, red) yang menyampaikan langsung besok," tuturnya saat dikonfirmasi kemarin. Ramli menjelaskan, pada prinsipnya unas tahun depan harus terlaksana dengan baik. Sebagai pihak yang bertugas menyelenggarakan unas, BSNP tidak ingin kasus-kasus negatif selama pelaksanaan ujian tahunan itu terus terjadi.
 
Seperti laporan kecurangan dalam berbagai wujud, hingga kasus kekurangan naskah soal ujian di beberapa daerah. "Sistem unas tentu diperbaiki. Supaya bisa menekan kasus-kasus seperti laporan contekan, lembar soal bocor, dan sejenisnya," tutur dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta itu.
 
Terkait dengan kriteria kelulusan, Ramli menjelaskan BSNP masih menggunakan acuan Permendikbud terkini. Yakni mengkolaborasikan 50 persen bobot dari nilai murni unas dan 50 persen dari nilai ujian akhir sekolah (UAS). Dengan pembobotan yang sebanding itu, dia mengklaim untuk lulus unas 2015 lebih gampang.
 
"Sehingga kerjakan unas dengan jujur, tampan mencontek," katanya. Dengan bobot penilaian yang berimbang itu, Ramli mengatakan unas otomatis bukan faktor dominan penentu kelulusan siswa.

Berbeda dengan unas 2014 dimana nilai murni unas berbobot 60 persen. Sisanya nilai UAS bobotnya hanya 40 persen.
 
Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Kapuspendik) Balitbang Kemendikbud Nizam menjelaskan, pembahasan lain dalam pertemuan hari ini adalah urusan lelang logistik. Dia mengatakan lelang logistik unas 2015 akan dimulai awal Januari depan.
 
Dalam rapat ini juga akan diputuskan petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan unas 2015. Sebab dalam rapat ini, Kemendikbud juga mengundang panitia unas tingkat provinsi. Panitia tingkat provinsi itu seperti dari pemerintah provinsi dan perguruan tinggi negeri (PTN).

BACA JUGA: Setengah Juta Siswa SMA-SMK Ujian Akhir Online

Hingga kemarin Nizam juga belum bisa memastikan apakah nama unas benar-benar diganti menjadi enas. (wan)

BACA JUGA: UIN Pecat 702 Mahasiswa, Sebagian tak Bisa Bayar SPP

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dukungan Penghapusan Unas Meluas


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler