Firasat Ipar Sebelum Sertu Bagus Berpulang

Selasa, 22 Maret 2016 – 11:16 WIB
Suasana duka di kedimaan ke luarga Sertu Bagus Rizka Perdana (27), Desa Ciju jung, Sukaraja, Kabupaten Bogor. Foto: Radar Bogor

jpnn.com - BOGOR – Suasana duka menyelimuti kediaman keluarga Sertu Bagus Rizka Perdana (27), di Kampung Cijujung RT 02/05 Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Senin (21/03). Bagus merupakan korban jatuhnya helikopter milik TNI Angkatan Darat jenis Bell 412 EP, di perkebunan Poso Pesisi, Sulawesi Tengah, Minggu (20/3/2016). 

Pagi kemarin kondisi rumah duka tak begitu ramai. Sebagian keluarga, termasuk istri korban, berangkat ke Bandara Halim Perdanakusuma untuk menjemput jenazah. Sertu Bagus meninggalkan istri, Novia Nurwidati (27), dan seorang putra, Noval Raihan Perdana (5 bulan).

BACA JUGA: Kepergian Kopilot Heli TNI Itu Pukul Keluarga

Sementara Miyarti (56), mertua Sertu Bagus, setia menanti kedatangan jenazah sang menantu di rumah. Mata pensiunan PNS Kementerian Pendidikan itu tampak sembab. Hidungnya memerah bekas diseka. Sesekali air matanya jatuh tak terbendung.

“Ya Allah, masya Allah. Kok dari (pulang) dinas jadinya seperti ini,” ucap Miyarti, terisak di pundak sang adik.

BACA JUGA: Hanya Bermodal Rp 1 Juta, Kini Jadi Distributor Terbesar

Miyarti mengaku mengetahui jatuhnya heli yang ditumpangi sang mantu sejak Minggu malam pada tayangan berita di Televisi. Namun awalnya ia tak menduga salah satu korban adalah menantunya sendiri.

Baru sekitar pukul 21.00 WIB, ia mendapat pesan singkat via BlackBerry dari seorang kerabat, yang mengabarkan menantunya telah tiada. “Saya baru buka BB (BlackBerry), ternyata banyak yang kasih tahu saya. Sudah gitu, tadi (kemarin, red) pukul 07.00, komandannya langsung datang kemari memberi kabar itu,” terangnya.

BACA JUGA: Simak! Ini Titah Jokowi soal Berantas Penggelapan Pajak

Di mata Miyarti, sosok almarhum adalah pria yang bertanggung jawab dan sopan. Hingga ia pun tak menyangka, ciuman sang mantu di punggung tangannya saat meminta izin untuk pergi ke Poso, adalah tanda perpisahan. “Dia pamit lagi mau dinas katanya. Ada seminggu di rumah. Sebelumnya dinas ke Kupang minggu lalu,” ungkapnya.

Miyarti menuturkan, Sertu Bagus, pamit pada pukul 19.00 WIB Sabtu (19/03). Nah, pagi sebelumnya, anak Miyarti, Novia Nurwidati (26) yang juga istri dari Bagus mengaku bermimpi buruk. “Mimpi buruk, rumah kita kebakaran, kata anak saya,” tutur Miyarti menirukan penuturan putrinya.

Mimpi itu kemudian menjadi isyarat perpisahan antara putrinya dengan menantu tercinta. “Awalnya mau dimakamkan di Dreded, di Bogor. Tapi ternyata dimakamkan di Kalibata,” tukasnya mengakhiri. (azi/dil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Fadli Zon Berbagi Resep Demokrasi Indonesia di Depan Parlemen Sedunia


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler