Firli Bahuri Ingatkan Nilai-Nilai Antikorupsi Hari Raya Kurban

Jumat, 30 Juni 2023 – 15:10 WIB
Ketua KPK Firli Bahuri Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Umat Islam telah merayakan Iduladha pada Kamis, 29 Juni 2023. Perayaan tersebut erat kaitannya dengan hari kurban.

Iduladha juga sarat dengan nilai-nilai serta tauladan yang baik, bagi hidup kehidupan segenap umat manusia dan alam semesta, tanpa terkecuali.

BACA JUGA: Laporan Tak Cukup Bukti, Endar Cs Disarankan Segera Temui Firli Bahuri

Mengomentari hal itu, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KP) Firli Bahuri mengatakan Iduladha seyogianya dijadikan momentum untuk refleksi masing-masing pribadi. Dalam hal ini terkait nilai-nilai antikorupsi.

Menurut Firli, esensi dan makna Iduladha, dapat digali dari sejarah keluarga Nabi Ibrahim AS yang terkenal sangat antikikorupsi semasa hidupnya.

BACA JUGA: Firli Bahuri Sebut 6.389 Pejabat belum Lapor Harta Kekayaan ke KPK

"Keteguhan dan keikhlasan serta kerelaan luar biasa untuk tidak korupsi yang dicontohkan keluarga antikorupsi Nabi Ibrahim AS, sejatinya adalah keutamaan Iduladha yang seyogianya kita lestarikan dalam kehidupan sehari-hari," kata Firli dalam keterangannya, Jumat (30/6).

Firli mengatakan kisah keluarga Nabi Ibrahim AS ini mengajarkan tentang arti dari sebuah tekad , keteguhan, keyakinan, keikhlasan serta kerelaan luar biasa, yang sejatinya dimiliki oleh setiap umat manusia.

BACA JUGA: Soal Pungli di Rutan KPK, Mas Didik Minta Firli Bahuri Cs Bersih-Bersih

"Kisah ini seharusnya menjadi inspirasi agar kita tidak berperilaku layaknya seekor tikus rakus yang senantiasa merasa kurang dan tidak pernah cukup dengan apa yang dimiliki."

Menurut Firli, ketauladanan yang diberikan keluarga Nabi Ibrahim merupakan momentum bagi kebangkitan umat untuk melawan rasa tamak dan perilaku koruptif.

Dalam kacamata penanganan korupsi, kata Firli, kisah keluarga Nabi Ibrahim AS diterjemahkan menjadi strategi trisula pemberantasan korupsi KPK.

Yakni pendekatan pendidikan masyarakat untuk membentuk mindset dan culture set baru antikorupsi, pendekatan pencegahan yang tujuan utamanya menghilangkan kesempatan dan peluang untuk korupsi, dan pendekatan penindakan di mana ketiganya adalah core business KPK dalam pemberantasan korupsi.

"Dengan tingginya animo serta dukungan segenap komponen bangsa kepada KPK, kami yakin ini menjadi solusi terbaik agar Indonesia terlepas dari laten korupsi yang menggurita di negeri ini."

Menurut Firli, korupsi bukan sekadar kejahatan yang merugikan keuangan dan perekonomian negara, tapi juga termasuk kejahatan kemanusiaan dunia karena telah masuk sampai fase berjejaring.

"Dampak destruktifnya pada setiap tatanan kehidupan umat manusia, dapat meluluh lantakkan peradaban manusia," kata Firli.

Firli mengatakan dari penelitian dan data empiris menyebutkan korupsi terbukti dapat menciptakan fantasi, mendorong kreativitas calon-calon koruptor untuk beradaptasi, berinovasi, dan memodifikasi modus-modus baru kejahatan korupsi, agar tidak terungkap apalagi tertangkap saat mereka beraksi.

"Ibadah kurban seyogianya menjadi momentum bagi kita untuk menjagal sifat-sifat kebinatangan yang sejatinya ada dalam diri kita," kata Firli. (dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler