Fokus Jamin Mutu Bahan Baku, Sido Muncul Dapat Penghargaan dari BPOM

Jumat, 28 Juli 2023 – 07:50 WIB
Kepala BPOM Penny K. Lukito memberikan apresiasi kepada Sido Muncul sebagai salah satu perusahaan terbaik yang berkomitmen mendukung penjaminan mutu bahan baku ekstrak bahan alam dari hulu ke hilir di Kemayoran, Jakarta, Kamis (27/7). Foto: Dok. Sido Muncul

jpnn.com, JAKARTA - PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul, TBK terpilih sebagai salah satu perusahaan terbaik yang berkomitmen mendukung penjaminan mutu bahan baku ekstrak bahan alam dari hulu ke hilir, oleh BPOM.

Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat menyambut baik apresiasi tersebut.

BACA JUGA: Sido Muncul Raih Penghargaan Tertinggi dari BPOM RI

Dia menilai bahwa BPOM telah memberikan gebrakan yang baik bagi industri obat dan makanan di Indonesia.

"BPOM itu sekarang kreatif. Jadi, dia bukan cuma mengawasi dan memberi izin, tetapi dia memberi motivasi. Apresiasi itu, kan, motivasi," kata Irwan Hidayat di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (27/7).

BACA JUGA: Sido Muncul dan Kodam VI/Mulawarman Gelar Operasi Katarak Gratis Kepada 75 Pasien di Balikpapan

Menurutnya, apresiasi yang diberikan oleh BPOM juga memberikan dorongan agar pihaknya terus mempertahankan kualitas produknya.

"Jadi, buat saya, buat kami yang mendapat apresiasi itu mendorong kami untuk tahun depan dapat lagi," ucapnya.

BACA JUGA: Konsisten Edukasi Karyawan Soal P2 HIV/AIDs, Sido Muncul Raih Penghargaan dari Kemenaker

Irwan Hidayat lantas menuturkan bahwa Sido Muncul selektif ketika memproduksi berbagai produknya.

Beberapa contoh mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses produksi.

Tidak hanya itu, Sido Muncul juga menggandeng petani lokal untuk menghasilkan bahan baku produk obat herbalnya.

"Kalau proses produksinya Sido Muncul, menanam kami kerja sama dengan petani. Kami punya laboratorium, green house nursery, kami (juga) sudah bekerja sama dengan perguruan tinggi," tutur Irwan Hidayat.

"Nah, kalau petani itu sampai mulai dari menanam, membersihkan, pencucian sampai dia mengeringkan," sambungnya.

Sementara itu, Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito mengatakan obat bahan alam berbeda dengan obat konvensional yang produksinya sangat bergantung dengan ketersediaan bahan baku impor.

Dia menilai, obat bahan alam seharusnya relatif lebih mudah dikembangkan, mengingat ketersediaan sumber daya alam yang terbilang melimpah di Indonesia.

"Kebijakan serta aksi nyata mewujudkan stabilitas ketersediaan bahan baku obat bahan alam perlu dilakukan untuk menjamin keberlangsungan produksi obat bahan alam," ucap Penny.

"Ini sejalan dengan arahan Presiden bahwa kekayaan dan keragaman hayati Indonesia harus menjadi modal dasar kebangkitan industri obat dalam negeri, serta penguatan ketahanan kesehatan masyarakat," tutupnya.

(mcr7/jpnn)


Redaktur : Dedi Yondra
Reporter : Firda Junita

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler