Foto dari Udara Banjir di Cilacap, Seperti Ini Dahsyatnya

Rabu, 23 Maret 2022 – 12:42 WIB
Foto dari udara banjir di Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, Jateng, Rabu (23/3). FOTO ANTARA/HO-BPBD Cilacap

jpnn.com, CILACAP - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap Wijonardi menyebut genangan banjir yang melanda sejumlah wilayah sejak Selasa (15/3), kini berangsur surut.

Dia mengatakan saat ini tidak terjadi pasang maksimum di perairan selatan Cilacap sehingga aliran air dari Sungai Ijo yang turut memicu terjadinya banjir di Kecamatan Nusawungu lebih cepat masuk ke laut melalui Sungai Bodo di perbatasan Kabupaten Cilacap dan Kebumen.

BACA JUGA: Istri Bekerja di Hong Kong, Suami Tak Kuat Menahan Nafsu

Demikian pula dengan air Sungai Tipar yang turut memicu terjadinya banjir di Kecamatan Kroya bisa lebih cepat masuk ke laut.

"Alhamdulillah, hingga Rabu (23/3) pagi genangan banjir di Kecamatan Nusawungu dan Kroya sudah surut sekitar 20 sntimeter karena semalam tidak terjadi hujan meskipun Selasa (22/3) sempat mendung," katanya di Cilacap, Rabu.

BACA JUGA: AKBP Beni Mutahir Ditembak Mati, Siapa Pelakunya? Kombes Nur Santiko Sebut

Pihahknya mengharapkan kondisi tersebut akan mempercepat penyurutan genangan banjir di Kecamatan Nusawungu dan Kroya, sehingga penanganan pascabencana dapat segera dilakukan.

Dia mengakui jumlah warga yang mengungsi terus berkurang seiring dengan mulai surutnya genangan banjir.

BACA JUGA: Bangga dan Deg-degan, Aipda Prayitno Penolong Pembalap MotoGP Franco Morbidelli

"Jumlah pengungsi tidak banyak, tapi kami masih melakukan pendataan terkini. Kebanyakan warga mengungsi ke rumah saudara mereka yang tidak terdampak banjir," katanya.

Menurut dia, pihaknya tidak menutup kemungkinan akan menutup dapur umum di Desa Gentasari, Kecamatan Kroya, pada hari Rabu (23/3), dan menarik perahu karet untuk dikembalikan ke BPBD karena sudah tidak bisa dioperasikan seiring dengan penyurutan genangan banjir.

Terkait dengan penanganan usai bencana banjir, dia mengatakan hal itu akan diisi dengan kegiatan pembersihan dan penyemprotan disinfektan di rumah-rumah warga maupun fasilitas umum yang sempat terendam banjir.

"Oleh karena itu, kebutuhan kami saat ini adalah peralatan kebersihan untuk warga yang membutuhkannya. Jadi, kalau ada donatur yang ingin memberikan bantuan, sekiranya dapat berupa peralatan kebersihan," katanya.

Dia mengatakan pihaknya bersama sejumlah organisasi kemasyarakatan juga mulai melakukan penyedotan air dan lumpur dari sumur-sumur warga yang sempat terendam banjir.

"Nantinya setelah disedot, sumur-sumur tersebut akan diberi kaporit agar airnya bisa dimanfaatkan kembali oleh masyarakat," ujar Wijonardi. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler