FPI Bubarkan Kunker DPR

Jumat, 25 Juni 2010 – 12:57 WIB
BANYUWANGI-Acara kunjungan kerja (kunker) tiga anggota Komisi IX DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, Nur Suhud, dan Ribka Tjiptaning di Rumah Makan Pakis Ruyung, dibubarkan massa Front Pembela Islam (FPI) dan sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM), kemarin siang (24/6)Pertemuan tiga politisi PDI Perjuangan dengan eks korban Orde Baru, itu dituding sebagai gerakan untuk membangkitkan ajaran komunis.

FPI dan LSM juga menuding, acara itu ilegal, karena tidak mengantongi izin dari polisi

BACA JUGA: Massa Pemilih Bayaran Dibeber di MK

Dengan alasan itu, belasan aktivis FPI dan LSM langsung menyerbu lokasi pertemuan dan membubarkan acara.

Kedatangan belasan aktivis FPI itu tidak diduga oleh tiga wakil rakyat tersebut
Tak ayal, tiga anggota DPR itu sempat berdialog, bahkan terlibat adu mulut dengan aktivis FPI

BACA JUGA: Gugat ke MK, Jago PDIP Siapkan 218 Saksi

Namun, perdebatan tidak berlangsung lama
Mereka memilih menyelamatkan diri, demi menghindari kemungkinan terjadi aksi anarkhis

BACA JUGA: Kasus Andi Nurpati-PD, Melebihi Ariel-Luna Maya

Hanya Oneng, sebutan Rieke Diah Pitaloka dalam sinetron "Bajaj Bajuri" yang sempat adu mulutPasalnya, pemain sinetron itu terjebak, sehingga tidak bisa keluar dari lokasi acara.

Insiden itu benar-benar mengagetkan tiga anggota legislatif dan peserta pertemuanSetibanya di lokasi acara, para aktivis FPI langsung meminta pertemuan itu dibubarkanTak pelak, aksi FPI itu mengagetkan Rieke dan Ribka, yang saat itu sedang berdialog.

Ribka yang lebih dulu keluar dari ruangan,berhasil lolos dari serbuan massaSedangkan, Rieke terjebak dalam kerumunan massa yang menghadangnya di pintu keluarOneng baru bisa menyelamatkan diri dari kepungan aktivis FPI, setelah pengawalnya turun tangan.

Pengawal Oneng langsung membawanya ke dalam mobil, yang terparkir tidak jauh dari lokasi acaraWalau pengawalnya sudah turun tangan, gerak mereka tetap dihalangi puluhan massaBahkan, beberapa orang berusaha menyerang anggota Fraksi PDI Perjuangan ituKeributan terus berlanjut dan massa sempat mengejar Oneng hingga akhirnya berhasil masuk mobil.

Karena sasarannya tidak kena, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Banyuwangi, MKhoirul Abbas yang hadir dalam acara itu ikut menjadi sasaran kemarahan massaPolitisi muda itu dituding ikut mendalangi pertemuan keluarga eks anggota partai komunis tersebutBahkan, Abbas sempat diseret oleh sekitar sepuluh orang anggota FPI dan LSM menuju Mapolres Banyuwangi, yang berjarak sekitar 2 kilometer.

Abbas, yang mengaku tidak tahu-menahu terkait masalah itu, terus melawanPertikaian tidak imbang itu sempat memacetkan arus lalu lintas di jalan raya Jember-BanyuwangiAbas membantah tudingan massaDia mengaku hadir dalam acara itu, karena mendapat perintah dari DPP PDI Perjuangan untuk mendampingi tiga anggota DPR melaksanakan kunker"Saya hanya tamu, jadi tidak tahu-menahu acara tersebut," tegas Abbas.

Setelah kejadian, tiga anggota DPR hasil pemilu legislatif 2009 itu langsung menggelar jumpa pers Kantor DPC PDI Perjuangan BanyuwangiRieke mengaku shock dengan ulah FPI dan LSM tersebutDia menyayangkan terjadinya insiden ituPerempuan itu juga menyesalkan, sikap polisi yang membiarkan aksi brutal aktivis ormas tersebut.

Walau kedatangan si Oneng di Banyuwangi adalah tugas resmi sebagai anggota DPR, namun dia tidak akan menempuh jalur hukum terkait insiden tersebut"Saya datang untuk bertemu rakyat, saya hanya mampirKedatangan saya kesini tidak ada kaitannya dengan komunis, tapi hanya menyampaikan hak-hak rakyat," tegasnya.

Kata Rieke, dia bersama Ribka ingin melakukan sosialisasi terkait program rumah sakit gratisPendirian rumah sakit gratis itu dalam rangka memenuhi hak-hak rakyat, yang tidak terlayani selama iniKeterangan Rieke itu diamini oleh Ribka, yang dikenal sebagai pengarang buku "Aku Bangga Jadi Anak PKI" dan "Anak PKI Masuk Parlemen" ituDia mengakui, insiden serupa sering menimpanya"Biasa, saya sudah kebal dengan hal-hal seperti itu," tegasnya.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Banyuwangi AKBP Slamet Hadi Supraptoyo mengaku geram dengan terjadinya tindakan anarkhis tersebutNamun, kapolres menegaskan bahwa pertemuan tersebut adalah ilegalSebelumnya, polres hanya mengeluarkan izin pertemuan acara yang akan digelar Paguyuban Kesenian Angklung Layar Kumendung di hall Restoran Pondok WinaHanya saja, kegiatan itu batal, karena Pondok Wina digunakan kegiatan pemilukada"Kami sudah panggil panitia kegiatan untuk klarifikasi acara itu," ungkap Slamet(afi/aj/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kritisi Anas, Marzuki Dipuji sebagai Negarawan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler