Gali Potensi Ekspor dari Daerah, Bea Cukai Koordinasi dengan Berbagai Instansi

Senin, 15 Maret 2021 – 18:50 WIB
Bea Cukai terus berkoordinasi dengan berbagai instansi di daerah untuk menggali potensi. Foto: Humas Bea Cukai

jpnn.com, JAKARTA - Plt. Kepala Subdirektorat Komunikasi dan Publikasi Bea Cukai, Hatta Wardhana mengatakan, melaksanakan koordinasi bersama pemerintah daerah maupun instansi terkait lainnya untuk menggali potensi ekspor dari tiap daerah di berbagai wilayah.


Dia menjelaskan hal ini dilakukan dalam rangka melaksanakan tugas dan fungsi Bea Cukai di antaranya sebagai trade facilitator dan industrial assistance.

BACA JUGA: Bea Cukai Gagalkan Peredaran Jutaan Batang Rokok Ilegal di Kudus dan Blitar

“Ini adalah bentuk upaya kita untuk mengembangkan berbagai potensi pelaku usaha di daerah agar komoditinya bisa diekspor,” ujar dia dalam keterangan resmi, di Jakarta, Senin (!5/3).

Menurut dia, beberapa kantor yang kali ini melakukan koordinasi di antaranya Bea Cukai Bitung, Bea Cukai Gorontalo, Bea Cukai Kuala Langsa, Bea Cukai Kuala Namu, Kanwil Bea Cukai Jawa Barat.

BACA JUGA: Bea Cukai, Polri dan BNN Musnahkan Ratusan Kilogram Narkotika

Hatta menyampaikan, harapan untuk menggali potensi ekonomi daerah di wilayah Sulawesi Utara masih berlanjut.

Kali ini Bea Cukai Bitung berkunjung ke ke Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kabupten Bolaang Mongondow Timur dilanjutkan kunjungan ke Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan ESDM Kabupaten Minahasa.

BACA JUGA: Buah Manis Usaha Bea Cukai Genjot Ekspor dari Kawasan Berikat

Kepala Bidang Perdagangan, Much. Archans S. Daud menuturkan, komoditi yang ada di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur selama ini diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal baik perusahaan maupun masyarakat.

“Produk unggulan seperti kelapa dan turunannya, cengkeh dan turunannya, gula aren, ikan laut, biji coklat, dan biji kopi menjadi penopang dalam perekonomian masyarakat Kabupaten Bolaang Mongondow Timur namun belum bisa ekspor karena belum adanya perusahaan pengolahan komoditi-komoditi tersebut,” ujar Archans.

Menurut Archans, banyak komoditas yang sebenarnya bisa bersaing di pasar luar negeri namun memiliki kendala.

Oleh karena itu, kata dia, masyarakat harus dapat segera difasilitasi agar perekonomian dapat terus bergerak maju, khususnya di Kabupaten Minahasa.

Masih dari Sulawesi, Bea Cukai Gorontalo juga dalami potensi ekspor dengan melakukan kunjungan ke Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan.

Kunjungan itu membahas terkait perizinan dan kemudahan administrasi, serta komitmen Bea Cukai dan BKIPM untuk mendukung ekspor langsung dari Gorontalo.

"Salah satu upaya mewujudkan pemulihan ekonomi nasional, Bea Cukai Gorontalo selalu terbuka jika masyarakat perlu asistensi untuk pengurusan dokumen ekspor," kata dia.

Sementara itu, asistensi kepada masyarakat turut dilakukan, sehingga dapat meningkatkan minat ekspor yang berasal dari potensi alam daerah Kota Langsa dan sekitarnya.

Berkoordinasi dengan Pemda dan Disperindag Kabupaten Aceh Timur, Bea Cukai Langsa mengadakan kunjungan ke perusahaan-perusahaan yang memiliki potensi untuk melaksanakan kegiatan ekspor, salah satunya produk ikan.

Koordinasi terkait mekanisme ekspor juga dilakukan Bea Cukai Jawa Barat dan Bea Cukai Kuala Namu dengan mengunjungi Lembaga Pembiyaan Ekspor Indonesia (LPEI) di masing-masing wilayah.

Kegiatan pelatihan dan asistensi seperti Coaching Programfor New Exporter (CPNE) menjadi program unggulan LPEI.

Program itu, memberikan bimbingan dan pelatihan terkait perdagangan internasional kepada eksportir baru, dengan memberikan pinjaman dana sebesar maksimal Rp 500 juta kepada UMKM yang berpotensi menjadi eksportir. (ikl/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler