Gandeng Bank & Pemda, Bea Cukai Bantu Pelaku UMKM Unjuk Gigi di Pasar Internasional

Senin, 12 September 2022 – 21:34 WIB
Bea Cukai memperkuat sinergi dengan bank dan pemda setempat untuk membantu pelaku UMKM menembus pasar internasional. Foto: Humas Bea Cukai

jpnn.com, JAKARTA - Bea Cukai terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak untuk membawa usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengembangkan sayap ke dalam jaringan perdagangan pasar internasional

Bea Cukai Ambon dan Yogyakarta merangkul pihak perbankan nasional dan pemerintah daerah untuk melakukan asistensi kepada pelaku UMKM agar dapat melaksanakan ekspor.

BACA JUGA: Bea Cukai Beri Asistensi Ekspor kepada Pelaku UMKM di 3 Daerah, Ini Tujuannya

Kepala Kantor Bea Cukai Ambon R. Teddy Laksmana pada Senin (12/9) mengatakan pihaknya aktif menjalin sinergi dengan perbankan dan pemerintah daerah (pemda) untuk mengembangkan UMKM berorientasi ekspor.

"Bea Cukai bersama OJK Maluku, BPS, BKIPM, Perusahaan Daerah Panca Karya, Pelindo, KSOP Ambon, Bank Indonesia Ambon, dan dinas provinsi terkait melaksanakan beberapa pertemuan untuk menyatukan komitmen dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan mendiskusikan langkah yang diambil untuk pelaksanaan direct call ekspor," ujarnya.

BACA JUGA: Bea Cukai Pantang Menyerah Berantas Rokok Ilegal, Tempat Ini Jadi Sasarannya

Beberapa bahasan yang mengemuka dalam pertemuan tersebut adalah penggalian potensi ekspor komoditas daerah, yaitu pengumpulan data tangkapan ikan di Provinsi Maluku dan penyusunan rencana business matching antara para pengusaha ikan di Dobo dengan calon eksportir guna tercapainya pelaksanaan direct ekspor. 

"Terakhir, pada 8 September 2022, Bea Cukai Ambon menghadiri focus group discussion (FGD) yang membahas konsolidasi data UMKM binaan dan pencanangan komitmen bersama untuk pembentukan Tim Pengembangan UMKM di Provinsi Maluku, bersama Bank Indonesia Provinsi Maluku dan pemerintah daerah setempat," kata Teddy. 

BACA JUGA: Bea Cukai Ikut Lepas Ekspor Produk Lokal Asal Yogyakarta dan Banten

Selain itu, pihaknya menerima kunjungan Kepala BNI Cabang Ambon Friedson WNK yang menjadi wujud kesiapan kedua pihak untuk berkolaborasi dan bersinergi dalam membantu UMKM agar dapat ekspor langsung dari Maluku. 

"Harapannya lewat kolaborasi dengan pihak perbankan, kami bisa menghasilkan UMKM-UMKM yang dapat mengekspor hasil produksinya ke luar negeri dari bumi Maluku," katanya.

Koordinasi dan kolaborasi percepatan ekspor juga dilaksanakan Bea Cukai Yogyakarta melalui jalinan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. 

Kepala Kantor Bea Cukai Yogyakarta Eko Darmanto dan Bupati Kulon Progo Tri Saktiyana mengoordinasikan potensi investasi daerah di Kabupaten Kulon Progo. 

"Kami membawa misi dari Kementerian Keuangan, yaitu selain melakukan pengawasan lalu lintas barang ekspor-impor. Bea Cukai Yogyakarta juga mendukung investasi sebagai motor utama pergerakan ekspor yang merupakan sumber utama devisa negara," papar Eko.

Ia menjelaskan pada 2021 DIY menyumbang Rp 8 triliun devisa negara dan saat ini potensi investasi nasional Rp 1.200 triliun baru terealisasi sekitar 52 persen, 

"Karena itu, kami berharap potensi investasi, lahan, dan keunggulan daerah dan masyarakat Kulon Progo dapat dipromosikan untuk menarik investor. Saat ini, sarana prasarana dan SDM yang mendukung investasi telah tersedia, seperti adanya Bandara YIA yang diharapkan dapat menjadi daya tarik investor," katanya. (mrk/jpnn)


Redaktur : Tarmizi Hamdi
Reporter : Tarmizi Hamdi, Tarmizi Hamdi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler