Ganjar Datangi Desa Karangpucung Malam-Malam, Penasarannya Terbayar

Selasa, 31 Oktober 2023 – 00:41 WIB
Ganjar Pranowo saat berkunjung ke Desa Karangpucung, Kecamatan Kartanegara, Kabupaten Purbalingga. Foto: Tim media Ganjar

jpnn.com, PURBALINGGA - Rasa penasaran Ganjar Pranowo melihat lahan bengkok milik Desa Karangpucung, Kecamatan Kartanegara, Kabupaten Purbalingga akhirnya terbayarkan.

Bakal capres 2024 itu malam-malam melihat langsung kisah sukses petani milenial yang ada di sana.

BACA JUGA: Demi Ketemu Ganjar, Warga Rela Kehujanan di Acara Haul Mbah Hisyam

Di tanah bengkok desa itu kini disulap menjadi agrowisata yang menghasilkan produk pertanian dan peternakan.

Yang membuat Ganjar bangga, agrowisata bernama Artansi Chandra Kahuripan itu dikelola oleh para petani milenial.

BACA JUGA: Lembaga Survei Dunia Ungkap Elektabilitas Anies 28,91 Persen Seusai Putusan MK

"Selamat datang di agrowisata Artansi Chandra Kahuripan, Pak Ganjar. Di sini kami mengelola aneka produk pertanian dan perikanan, mulai melon, sayur mayur, budi daya sapi, domba, kelinci, lele, jangkrik dan lainnya," ucap penggerak Agrowisata Artansi Tri Bowo Pangestika menyambut Ganjar, Senin (30/10).

Dengan semangat Bowo menjelaskan bahwa semua budi daya pertanian dan peternakan itu dikelola oleh petani milenial. Mereka juga menggandeng para petani lain untuk dilatih menjadi petani yang baik dan menguntungkan.

BACA JUGA: Prabowo Bikin Blunder jika Gandeng Gibran, Bakal Panen Sentimen Negatif

"Kami ada sepuluh kelompok dan anggotanya ada 150 lebih. Kami memanfaatkan tanah bengkok desa seluas enam hektare dan dikelola untuk pertanian dan budi daya peternakan," ucapnya.

Bowo mengaku hasilnya sangat menjanjikan. Untuk jenis melon misalnya, setiap panen selalu laris manis diborong pembeli. Bahkan, hanya dua hari hasil panen selalu ludes terjual.

"Kami punya empat green house untuk budidaya melon hidroponik. Kami kelola dengan teknologi sederhana yang kami sebut NFT. Satu green house bisa menghasilkan satu ton dan biasanya dua hari setelah panen selalu habis. Kami sampai kewalahan melayani permintaan pasar," ucapnya.

Bowo mengatakan kisah suksesnya mengembangkan agrowisata telah sampai ke tingkat nasional.

Dia berhasil memenangkan ajang perlombaan tingkat nasional dan menjadi tempat pelatihan.

"Jadi, kami sekarang sering kedatangan tamu dari berbagai daerah di Indonesia yang ingin belajar di sini. Ada dari Jakarta, Bandung, Surabaya, dan lainnya. Kami ajari dan kami berharap apa yang ada di sini bisa dikembangkan di daerah lain," kata pemuda 31 tahun itu.

Ganjar tersenyum bangga mendengar cerita Bowo itu.

Dia juga sempat berkeliling melihat pertanian melon hidroponik dan ngobrol bareng ratusan petani milenial yang ada di sana.

"Ini keren, ya, Mas Bowo ini kreatif banget. Dia punya imajinasi untuk memanfaatkan segala sesuatu menjadi nilai tambah. Dia memanfaatkan lahan bengkok desa untuk membuat agrowisata ini. Dan yang keren, Mas Bowo menggandeng anak-anak muda untuk terlibat di dalamnya," ucap Ganjar.

Anak muda diajari pertanian yang menyenangkan. Bahkan, teknologi sudah digunakan meskipun masih sangat sederhana.

"Ini model yang bisa dikembangkan ke seluruh pelosok Indonesia. Sebuah inovasi dari tingkat desa, dengan teknologi yang ditemukan sendiri dan menghasilkan nilai ekonomi yang bagus. Ini perlu dicontoh dan pemerintah harus memberikan fasilitas karena ada banyak anak-anak hebat yang bisa menjadi motor penggerak," katanya. (rhs/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:

BACA ARTIKEL LAINNYA... 12 Senjata Api di Rumah Syahrul Yasin Limpo Ternyata...


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler