Ganjar Mengharapkan Inovasi Teknologi dari Kepolisian untuk Deteksi Odol

Selasa, 23 Maret 2021 – 20:26 WIB
Gubernur Ganjar Pranowo saat peluncuran Electronic Traffic Law Enforcement(ETLE) nasional tahap pertama di Gedung Borobudur, Mapolda Jateng. Foto: Instagram Ganjar

jpnn.com, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menghadiri peluncuran Electronic Traffic Law Enforcement(ETLE) nasional tahap pertama di Gedung Borobudur, Mapolda Jateng, Selasa (23/3).

Inovasi pelayanan itu diinisiasi oleh Polda Jateng.

"Makin bagus (inovasi ETLE) dan mudah-mudahan menjadi semangat Jateng untuk membuat inovasi tambahan yang intinya masyarakat kami layani dan kami mudahkan," kata Ganjar.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Jangan Anggap Habib Rizieq Bengal! Hal Ini Coreng Muka Jokowi, Komjen Agus Siapkan Bukti

Dia melihat saat ini banyak sektor pelayanan yang sudah menggunakan sistem digital. Mulai dari pembuatan SIM, STNK hingga pembayaran pajak tahunan yang dimudahkan dengan aplikasi sehingga masyarakat tak perlu datang langsung ke kantor polisi atau Samsat.

"Program ETLE ini saya kira langkah awal untuk berpindah pada sistem elektronifikasi, digitalisasi, penggunaan artificial Intelligent dan tidak hanya pada pelanggaran lalu lintas tapi bisa berkembang banyak sekali," sambungnya.

BACA JUGA: Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah di Jateng Mulai April, Ini Penjelasan Pak Ganjar

Dia mengatakan ETLE menggunakan teknologi mumpuni dengan keunggulan kamera bisa mendeteksi pelanggaran secara detail.

Ganjar mengharapkan teknologi tersebut juga dikembangkan untuk mendeteksi masalah kendaraan berat yang memiliki dimensi dan muatan berlebih atau Over Dimension Over Loading (ODOL).

BACA JUGA: Pak Ganjar Buat Rencana Cadangan untuk Vaksinasi saat Bulan Puasa

Pasalnya odol menjadi salah satu faktor rusaknya jalanan.

"Keamanan bisa dideteksi dari awal. Saya titip ini pada perhubungan juga jalannya bodol (rusak, red), apalagi kalau sudah kena hujan sehingga masalah Over Dimensi Over Load (odol, red) itu betul-betul bisa diatasi," kata Ganjar.

Dia meminta ada penindakan terhadap kendaraan berat, khususnya truk dengan muatan lebih yang tak membayar pajak dengan benar.

Menurutnya, di beberapa negara Eropa sudah memiliki teknologi yang bisa mendeteksi Odol lewat tangkapan layar kamera.

"Enggak perlu banyak orang di jalan (pengawasan, red) dan makin transparan," tegasnya.

Sementara itu Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi menjelaskan pada peluncuran tahap pertama ETLE nasional, di Jawa Tengah sudah terdapat 21 titik daerah kota yang terpasang kamera. Hari ini, ETLE di Jateng sudah mencatat 3.200 pelanggaran.

"Ke depan kami akan memperbanyak hampir 50 ETLE untuk kota diharapkan semuanya akan terpenuhi untuk wilayah kabupaten kota di 35 kota kabupaten," ujarnya.

Tak hanya ETLE, Polda Jawa Tengah juga telah memasang sedikitnya 200 kamera pada helm anggota polisi lalu lintas.

Tujuannya sama, untuk menindak pelanggaran lalu lintas tanpa melibatkan interaksi langsung antara anggota Polri dan masyarakat. (flo/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler