Gantung Diri saat Tetangga Tahlilan

Minggu, 27 Februari 2011 – 10:50 WIB

MEDAN - Sebuah acara tahlilan untuk orang meninggal di Jalan Balai Desa, Pasar XII, Kelurahan Marindal II Kecamatan Patumbak Kampung, Kabupaten Deli Serdang, tiba-tiba hebohPasalnya, di dekat acara tersebut ditemukan seorang pria yang gantung diri

BACA JUGA: NU Sumbar Bela Thariqat dari Tudingan Sesat



Pria yang nekat mengakhiri hidupnya itu adalah Abdul Khoir
Pria berusia 30 tahun itu ditemukan tewas tergantung di kamarnya, Jum’at (25/2) sekitar pukul 19.30 WIB.

Saat ditemukan, anak pertama dari lima bersaudara pasangan Ustad Samanah (55) dan Fatimah (52) itu tergantung pada kain dari celana panjang jeans

BACA JUGA: Tangkapan Nelayan Belawan Dijarah Tentara Malaysia

Khoir yang tak mengenakan pakaian,  wajahnya sudah membiru dan lidahnya menjulur keluar.

Khoir gantung diri saat istrinya, Irianti (30) dan anaknya Tirta Yusuf (4) pergi ke Pinang Baris untuk menghadiri undangan acara nikah
Pulang dari Pinang Baris menjelang Maghrib, Irianti diberitahu oleh mertuanya, Samanah, bahwa pintu kamar rumahnya gelap dan terkunci

BACA JUGA: 31 Brimob Dikirim ke Puncak Jaya



”Sewaktu pulang dari Pinang Baris, Bapak bilang pintu kamar nggak dibuka-buka dan kamarnya gelapSetelah itu aku gedor-gedor pintunya, namun tidak ada jawabanKemudian Bapak langsung mendobrak pintu kamar tersebut,” ujar Irianti yang sedang mengandung tiga bulan.

Setelah pintu terbuka, Irianti menjeritDia melihat di balik pintu kamr tubuh suaminya Abdul Khoir sudah tergantungKeluarga yang mengetahui hal tersebut juga ikut menjerit hingga mengundang perhatian warga sekitar yang langsung datang berbondong-bondongKejadian itu kemudian dilaporkan ke kepala desa dan diteruskan ke polisi.

Setelah jenazah diturunkan polisi, pihak keluarga meminta kepada polisi untuk tidak melakukan otopsi terhadap jenazah Abdul KhoirRencananya keluarga akan mengebumikan jenazah di tempat pemakaman muslim di Jalan Balai Desa Ujung, Sabtu (25/2) siang

Sebelum tewas, Abdul Khoir sudah menyiapkan tali kain di kamarnya yang digantung dengan kayu yang bersilang di bagian dindingSaat istrinya bertanya untuk apa tali tersebut, Abdul hanya mengatakan untuk gantungan saja.

”Sebelumnya, Abdul sudah menyiapkan tali di dalam kamarnya, kemudian dia juga mengatakan kalau dia meminta untuk menjaga istri dan anak-anaknya di teras rumahnyaKemudian dia juga mengatakan kalau anaknya lahir dia sudah menyiapkan namanya bila bejenis kelamin perempuanNamun, bila laki-laki terserah kepada keluarga perempuan saja,” ujar Lia (30), tetangga Abdul Khoir.

Dijelaskannya, Abdul Khoir orangnya  pendiam tapi mudah bergaulAbdul Khoir tak mau cerita masalah yang sedang dihadapinya”Cuma belakangan ini sekitar tiga hari yang lalu dia tampak lesu,” beber Lia

Abdul Khoir memang tidak punya pekerjaanSebelumnya, Abdul Khoir bekerja selama 5 tahun sebagai honorer di Pengadilan Agama di Jalan Sisingamangaraja Medan(mag-1)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tujuh Kapal Roro Naik Dock akan Beres Akhir Februari


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler