Gara-Gara Campur Racun, Habib Rizieq Dilaporkan ke Polda Jabar

Kamis, 26 November 2015 – 03:16 WIB
Habib Rizieq/ dok JPNN

jpnn.com - BANDUNG - Habib Rizieq dilarang masuk ke Jawa Barat dan dituntut meminta maaf secara terbuka oleh Aliansi Masyarakat Sunda Menggugat yang dimotori Angkatan Muda Siliwangi (AMS), Jawa Barat. Penyebabnya, lelaki yang dikenal sebagai pimpinan Front Pembela Islam tersebut mendapatkan tuduhan penghinaan dan pelecehan terhadap budaya Sunda.

Pelecehan itu adalah mempelesetkan salam 'sampurasun' menjadi 'campur racun'. Karena itu, AMS pun langsung melaporkan Habib Rizieq sudah ke Polda Jabar dengan jeratan UU ITE. Itu dibuktikan dengan rekaman youtube dan facebook.

BACA JUGA: Ketua Panwaslih Diminta Mundur

Dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (25/11) di Kantor AMS Jln. Braga Bandung, Ketua AMS Jabar Noeriy Ispandji Firman menuturkan, orang Sunda memang tidak suka berselisih, tetapi ketika diganggu dan diusik maka orang Sunda juga bisa melawan. Sebab salam Sampurasun bagi orang Sunda memiliki arti hormat dan merupakan sebuah doa.

"Itu adalah salam hormat dan doa, sekarang diplesetkan oleh seorang tokoh, tidak pantas, apalagi itu disampaikan di tanah Sunda, di Purwakarta," katanya.

BACA JUGA: Bantah Menyiksa Putrinya, Begini Penjelasan Sang Ibu Di Kantor Polisi

Kejadian bermula ketika Habib Rizieq diundang berceramah di Purwakarta pada Senin (15/11). Di dalam ceramahnya ada kata-kata yang dianggap sangat menyinggung, karena Habib Rizieq mengubah salam khas Sunda, Sampurasun menjadi Campur Racun.

Selain Habib Rizieq, aliansi juga melaporkan Muhammad Syahid yang juga dianggap telah melecehkan dengan memplesetkan 'sampurasun' di media sosial Facebook.

BACA JUGA: Ya Ampun... Bocah yang Tewas Itu Diduga Disiksa Hingga Pendarahan Di Bagian Usus

 "Kita jangan diam, kami akan koordinasi dengan semua saudara kita. Ini keterlaluan, kita seharusnya menghormati sesama budaya. Secara resmi kemarin sudah melapor ke Polda, tapi kalau Polda tidak mengusut tuntas hal ini kami dan teman-teman akan bergerak," tuturnya.

Sementara itu, seniman dan budayawan Acil Bimbo yang hadir dalam kesempatan tersebut menuturkan, hal ini harus didiskusikan kembali oleh semua elemen. Terutama yang merasa tersinggung oleh pernyataan Habib Rizieq. 

"Apa memang cuma segini yang tersinggung? Saya yakin bukan cuma di Bandung saja yang tersinggung. Ini cerminan, orang Bandung sudah tidak jadi pribumi lagi di Bandung. Kenapa dia berani, karena dia merasa kuat, percaya diri. Ini bukan lagi bercanda," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Sundawani, Robby Maulana Zulkarnaen mengatakan, semua merasa tersinggung dan marah dengan pelecehan ini. Tapi jangan sampai lengah, karena dikhawatirkan ada rencana pemecahan NKRI melalui isu ini. "Ujungnya menghancurkan sebuah bangsa, yakni permasalahan budaya dan agama. Kita fokuskan ke Habib Rizieq, tidak melebar ke orang Islam," ucapnya.

Bupati Purwakarta Dedi Muyadi pun turut angkat bicara perihal statemen Habib Rizieq saat tabligh akbar di Purwakarta. Bupati yang dikenal suka memperkenalkan misi budaya Sunda menyayangkan statemen Habib Rizieq tersebut.

"Sampurasun itu maknanya sampuring Ingsun yang artinya sempurnakanlah diri anda. Makna tentang Ajakan Berbuat kemuliaan dalam hidup, asas masyarakat sunda dalam hal ini Siliwangi saling menyayangi. Untuk itu saya sangat menyayangkan ucapan Habib Rizik tersebut yang memplesetkan Sampu Racun jadi Campur Racun, dan sebaiknya meminta maaf atas ucapan tersebut, pada masyarakat Sunda. Dan kita pahami islam berkembang di tanah sunda sangat menyatu dengan lingkungan kebudayaan," ujar Dedi dalam pesan singkatnya, Rabu (25/11). (agp/dkk)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Besaran Gaji Honorer Diserahkan pada Kepala Sekolah


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler