Gara-gara Hal ini Program Tol Laut Banjarmasin Bisa Terhambat

Sabtu, 11 Mei 2019 – 10:04 WIB
Ilustrasi pelabuhan. Foto: dok. Jawa Pos

jpnn.com, BANJARMASIN - Empat kapal mengangkut bahan peledak amonium nitrat 2000 MT asal Korea Selatan selama tiga minggu terkatung-katung di luar Dam pelabuhan.

Hal ini lantaran tidak diberikan ijin sandar ke Pelabuhan Trisakti Pelindo III oleh KSPO Pelabuhan di sana.

BACA JUGA: Tol Darat dan Tol Laut Mampu Tekan Disparitas

Keempat kapal tersebut diarahkan KSOP Banjarmasin untuk sandar di dermaga Taboneo yang tarifnya jauh lebih tinggi.

Ketua Kadin Banjarmasin Nurdin merasa kecewa dengan sikap KSOP Banjarmasin yang dinilai menghambat laju logistik pelabuhan.

BACA JUGA: Kapal Tol Laut dan Perintis Hadir di Wilayah Terdepan Indonesia

“Aneh saja, bertahun-tahun diijinkan sandar di Pelabuhan Trisakti tapi kini dilarang sandar ke situ dengan alasan belum comply isps code. Yang menjadi pertanyaan sekarang dipaksa semua kapal masuk ke dermaga Taboneo yang jauh lebih mahal tarifnya, ada apa ini sebenarnya,” ucap Nurdin.

Nurdin yang yang juga ketua DPC INSA atau pelayaran nasional cabang Banjarmasin ini menilai KSOP Banjarmasin tidak mendukung program Presiden Jokowi dan tol laut.

BACA JUGA: Ditjen Laut Sediakan Kapal Tol Laut dan Perintis Jangkau Wilayah 3TP

"Padahal pemerintah berusaha mati-matian untuk memangkas, menekan biaya logistik yang rendah," ujarnya.

Tindakan KSOP Banjarmasin, ditegaskan Nurdin bisa berpengaruh kepada perekonomian di Banjarmasin yang tidak mendukung adanya kegiatan direct call yang bisa menurunkan biaya logistik, jika dibanding kapal harus bongkar muat beberapa kali sebelum masuk banjarmasin.

Hotman Manurung, agen kapal dari PT Arpeni mengungkapkan pihaknya sudah mendapat complain dari pemilik barang karena kapal sudah tiga minggu tidak bisa sandar sedangkan tarif labuh dan biaya operasional setiap harinya membengkak.

“Argo terus jalan, apakah KSOP mau menangung semua biaya,” kata Hotman.

Sementata, Kepala KSOP Banjarmasin Bambang Gunawan, saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya melarang 4 kapal sandar di Pelabuhan Trisakti karena pelabuhan tersebut belum comply Isps Code sehingga bila terjadi sesuatu pihaknya akan disalahkan.

Namun ketika ditanya kenapa baru dilakukan sekarang sedangkan sebelumnya diijinkan, Bambang tidak menjawab secara lugas.

Menurut Bambang, pihaknya sudah menyediakan dermaga Taboneo yang sudah Isps code.

“Silahkan kapal itu sandar di Taboneo akan kami ijinkan,” pungkas Bambang.(chi/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menhub Ingin Pastikan Tol Laut Berjalan Lancar


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler