Gara-Gara Jual BH Bekas, Ibu Dihajar Anak Kandung

Minggu, 26 Maret 2017 – 02:06 WIB
Paerah. Foto: Bontang Post/JPNN

jpnn.com, BONTANG - Yulianingsih (50) benar-benar layak dilabeli predikat sebagai anak durhaka.

Warga Kelurahan Tanjung Laut, Bontang itu tega menganiaya sang ibu Paerah (87), Kamis (23/3) dini hari.

BACA JUGA: Melihat Kemeriahan Peringatan Bandung Lautan Api

Alasan Yulianingsih menghajar Paerah juga sangat sederhana.

Dia merasa kesal karena Paerah sering meminta makanan kepada tetangga.

BACA JUGA: Ular Sanca Muncul Malam Jumat, Dikira Jadi-jadian

Yulianingsih makin kesal karena Paerah menjual BH usang miliknya.

Penganiayaan yang dilakukan Yulianingsih membuat tetangga berdatangan.

BACA JUGA: Aturan Baru! Taksi Online Diberi Tanda Khusus

Salah satu warga yang enggan namanya ditulis mengatakan, Yulianingsih menampar Paerah.

Tak hanya itu, Yulianingsih juga mencubit wanita yang sudah melahirkannya tersebut.

“Saya kaget, ada apa ribut-ribut di luar, saya lihat si anak itu memukul-mukul ibunya sendiri yang sudah jompo sambil dicubitin dan dihajar pakai tas ransel. Ya Allah. Saya sampai sesak napas, melabrak anaknya agar tidak berlaku seperti itu ke ibu kandungnya sendiri,” ujarnya, Jumat (24/3).

Penderitaan Paerah tak berhenti sampai di situ. Dia juga dikunci di rumah.

Kabar kekerasan terhadap Paerah sampai ke Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) Dinas Sosial.

Dua petugas LK3 Suyanti dan Intan didampingi Ketua RT 2 Sahabuddin bergegas menjenguk Paerah.

Rombongan baru bisa bertemu korban pada pukul 12:30 Wita ketika Yulianingsih pulang ke rumah.

Yulianingsih langsung membela diri. Dia beralibi mengunci ibunya karena khawatir Paerah akan lari dan keluar rumah.

“Coba, siapa yang nggak malu lihat ibunya jual BH ke orang lain? Saya jengkel sekali, saya tonjok-tonjok kepalanya,” ujar Yulianingsih.

Yulianingsih mengaku sering membelikan makanan untuk ibunya, tetapi jarang dimakan.

“Capek aku belikan makanan! Aku sabar, tapi ngga dimakan, nggak kelaparan di sini, di sini banyak makanan, siapa bilang embah (Paerah) kelaparan? Nih ada bubur juga nggak dimakan, ada tape, ada pisang, ada roti, ada donat, ada bakso,” ujarnya.

Sementara itu, Paerah mengaku ingin pulang ke Surabaya.

Dia ingin hidup tenang di rumah anaknya yang lain di Kota Pahlawan. 

“Saya dikira kayak orang gila, padahal saya nggak gila, anak saya yang gila,” kata Paerah.

Terpisah, Suyanti mengatakan, LK3 akan melakukan pendampingan.

“Dan kami akan lakukan komunikasi dengan pihak keluarga, apakah ada semacam rembuk keluarga, semua dari persetujuan keluarga, solusinya apakah masih mau merawat nenek, ataukah dibawa ke panti,” kata Suyanti. (soh/beb)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tiga Bulan, Belasan Nyawa Melayang di Rel KA Cirebon


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler