Gara-gara Teguran, Duhh... Nyawa Kok Murah Banget Ya

Kamis, 04 Agustus 2016 – 11:31 WIB
Ilustrasi. Foto: JPNN

jpnn.com - MARABAHAN – Nyawa seolah sangat murah di zaman sekarang. Salah satunya terjadi pada kasus yang dialami Gunawan (24) dan Ahmad Yani (24) yang meninggal usai dikeroyok, Selasa (2/8).

Dua warga Desa Tamban Sari Baru, Kecamatan Tamban, Kabupaten Barito Kuala itu dikeroyok beramai-ramai setelah menegur gerombolan suporter yang pulang menyaksikan sepak bola.

BACA JUGA: ‘Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. Braaakk.. Di Dalamnya Orang Nyabu’

Akibat pengeroyokan tersebut,  Gunawan dan Ahmad mengalami memar di bagian muka serta luka tusukan di beberapa bagian tubuh seperti kepala, dada sampai lambung.

Keduanya meninggal dunia setelah sempat dirawat di Puskesmas Tamban.

BACA JUGA: Lihatlah, Wajah Istri yang Nekat Antar SS untuk Suami di Penjara

Dari informasi dihimpun, penganiayaan yang dialami Gunawan dan Ahmad bermula saat keduanya bersama sebelas rekannya duduk santai di atas jembatan di kawasan Desa Purwosari Baru.

Saat itu ada melintas sekelompok warga Tabunganen setelah pulang dari menonton bola di lapangan Kecamatan Tamban. Salah satu korban menegur. Selanjutnya, terjadi adu mulut, dan penganiayaan pun tak dapat terhindar.

BACA JUGA: HEBAT! Prajurit Lantamal XII Taklukkan Para Perusuh

Aparat kepolisian yang mengetahui kejadian tersebut langsung bergegas ke lokasi kejadian agar tak terjadi hal yang tak diinginkan. Aparat  berhasil mengamankan belasan orang yang diduga pelaku pengeroyokan.

Kasat Reskrim Polres Batola AKP Jumangin membenarkan bahwa pihaknya sudah mengamankan belasan orang diduga sebagai pelaku setelah dijemput dari rumah salah satu aparat desa di Kecamatan Tabunganen.

“Sebanyak 14 orang yang sudah diamankan saat ini masih dilakukan penyelidikan. Untuk mengetahui peran mereka masing-masing,” ujar Jumangin saat dikonfirmasi, Rabu kemarin (3/8). (shn/jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kasihan, Bocah Sebelas Bulan Ini Butuh Bantuan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler