JAKARTA -- Vice Presiden Corporate Communication PT Garuda Indonesia, Pudjobroto, membantah tudingan pengurus Serikat Karyawan PT Garuda Indonesia (Sekarga) yang menyebut manajemen Garuda melakukan intimidasi terhadap karyawanDitegaskan, PT Garuda Indonesia tidak pernah melakukan intimidasi seperti yang dituduhkan
BACA JUGA: Fasilitas Likuiditas Skema Baru Kredit RSH
Apalagi menghalang-halangi aktifitas karyawan dalam berserikat.‘’Perlu kiranya kami sampaikan pula bahwa tidak benar bahwa perusahaan melakukan intimidasi kepada karyawan
Ini ditegaskan Pujobroto, menaggapi laporan Ketua Sekarga, Salim, yang melaporkan Direktur Personalia Garuda Indonesia, Achirina ke Mabes Polri, Kamis sore
BACA JUGA: Aktor Kerusuhan Manislor di Jakarta?
Laporan ini menyusul adanya dugaan pembatasan aktifitas karyawan dalam berserikatBACA JUGA: Yakin Banyak Menteri Rapor Merah
Bentuk intimidasi itu ujar pelapor, melalui surat edaran yang intinya akan ada sanksi bagi mereka yang hadir dalam pertemuan itu.‘’Manajemen akan mengambil tindakan maksimum pada merekaTindakan maksimum itu PHK,’’ujar Humas Sekarga, Tomy Tampatty di Mabes Polri, Kamis soreDisebutkan, selain melaporkan Achirina pihaknya juga akan mempidanakan Dirut Garuda Emirsyah Satar dan petinggi garuda lainnya dalam dugaan serupa pekan depan.
Terkait surat edaran ini sendiri, Pujobroto menyebut bukan merupakan sebuah intimidasiSurat edaran itu, katanya, merupakan pemberitahuan agar karyawan bekerja sesuai waktu yang ditentukan dan mengutamakan tugas dan kewajiban kerja(zul/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Pemerintah akan OP Beras Premium
Redaktur : Tim Redaksi