Gelar PPM KKN, Mahasiswa UNTAG Surabaya Dorong Pengembangan Potensi Lokal Berbasis Digital

Rabu, 12 Juli 2023 – 16:02 WIB
Para Patriot Mengabdi atau Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya bersama Karang Taruna Desa menggelar program pengabdian kepada masyarakat (PPM) di Desa Segunung Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto pada Jumat (7/7). Program PPM kali ini adalah membuat tempat sampah yang terbuat dari tong dan bambu. Foto: Dok. Humas Untag

jpnn.com, JAKARTA - Para Patriot Mengabdi atau Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 atau Untag Surabaya menggelar program pengabdian kepada masyarakat (PPM) pada Jumat (7/7).

PPM dalam rangka kuliah kerja nyata (KKN) di Desa Segunung Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto ini mengusung tema ‘Revitalisasi dan Pengembangan Potensi Lokal Kreatif sebagai Icon Desa Berbasis Digital.

BACA JUGA: Mahasiswa USU yang Mengikuti KKNT-PPM Didaftarkan Program BPJamsostek

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Seftia Wahyu Nur Efendi menjelaskan Patriot Mengabdi merupakan istilah bagi mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya yang melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat Kuliah Kerja Nyata (KKN).

“Kegiatan ini wajib dilaksanakan oleh mahasiswa sebagai perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ujar Efendi dalam keterangan tertulis diterima JPNN.com pada Rabu (12/7).

BACA JUGA: Fikom UMB Gelar PPM di Desa Bojongmenteng untuk Bangun Kesadaran Potensi Pariwisata

Menurut Efendi, para mahasiswa dalam pelaksanaan PPM KKN kali ini didampingi oleh Moh. Dey Prayogo, S.I.Kom., M.I.Kom selaku dosen Pembimbing Lapangan.

Efendi menjelaskan salah satu program KKN R 14 dengan sub tema ekonomi kreatif 3. Kegiatan yang berlangsung secara individu ini berupaya untuk memproduksi tempat sampah dari tong serta bambu.

BACA JUGA: Gelar PPM, Fikom UMB dan USM Libatkan Remaja Bangun Kesadaran Cinta Lingkungan Hijau

Menurut Efendi, sampah merupakan salah satu permasalahan yang patut untuk diperhatikan.

Sampah merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari kehidupan manusia karena pada dasarnya semua manusia pasti menghasilkan sampah baik dari sampah rumahan, sekolah dan tempat umum lainnya.

Dia menyebutkan minimnya fasilitas tempat pembuangan sampah/wadah sampah dapat menjadi pemicu pembuangan sampah sembarangan yang nantinya berakibat terjadinya polusi udara, pencemaran lingkungan yang mana dapat mengganggu ekosistem kehidupan serta kesehatan manusia.

“Saya berharap melalui program pendampingan bersama karang taruna di sini dengan memproduksi tempat sampah dari tong serta bambu dapat memberikan nilai tanggung jawab kepada masyarakat untuk dapat disiplin dalam membuang sampah pada tempatnya,” ujar Eefndi.

Dia menjelaskan kegiatan ini kegiatan dilaksanakan dengan bergotong-royong dengan para pemuda Karang Taruna.

“Kami berharap pemuda Karang Taruna dapat menjadi pelopor menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan,” ujar Efendi, anggota R14.

Lebih lanjut, Efendi mengatakan pendampingan kreativitas pembuatan tempat sampah berjalan dengan penuh semangat dan keseriusan.

Dia menilai program pembuatan tempat sampah dengan bergotong royong dengan warga dan Karang Taruna Desa Segunung Kabupaten Mojokerto mendapat sambutan positif oleh Kepala Desa Segunung Sumadi, S.Pd.

Sumadi berterima kasih kepada mahasiswa Untag Surabaya melalui PPM KKN mengajak para pemuda Karang Taruna di desanya untuk menjaga kebersihan lingkungan.

“Terima kasih kepada adik-adik mahasiswa dari Untag Surabaya dengan gotong-royong, kerja sama serta kreativitasnya bersedia mengajak para pemuda karang taruna untuk menjadi pelopor menjaga kebersihan dan merawat lingkungan di Desa Segunung,” ucap Sumadi di sela-sela memantau pelaksanaan program PPM KKN di desanya.

Sumadi berharao tempat sampah yang memanfaatkan tong serta bambu dapat mengurangi sampah yang masih berceceran atau dibuang sembarangan.

“Tempat sampah ini dapat ditempatkan di beberapa lokasi yang masih kurang tempat penampungan sampah,” ujar Sumadi.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich Batari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler