Genjot Ekspor, Pemerintah Harus Pacu Daya Saing Manufaktur

Rabu, 24 April 2019 – 12:21 WIB
Terminal peti kemas. Foto: Humas Bea Cukai

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno menilai, target pertumbuhan ekspor delapan persen masih cukup rasional.

Namun, menurut Benny, pemerintah perlu memacu daya saing manufaktur.

BACA JUGA: Insentif Pemerintah untuk Industri Berbasis Ekspor Masih Rendah

’’Kalau kita masih andalkan produk mentah untuk diekspor, akan sulit untuk tumbuh di tengah tingginya ketidakpastian global. Manufaktur kita pun belum mampu mengimbangi kinerja ekspor dari produk mentah,” ujar Benny, Selasa (23/4).

BACA JUGA: Indonesia Berpeluang Ekspor Obat-obatan ke Rwanda

BACA JUGA: Mengintip Kehebatan Robot Produksi ABB untuk Industri

Di sisi lain, dia belum melihat adanya dampak yang signifikan dari perjanjian dagang yang sedang dijalin Indonesia pada tahun ini.

Sebab, belum ada kesepakatan dagang selain yang dijalin bersama ASEAN yang sudah dapat direalisasikan tahun ini.

BACA JUGA: Ekspor Kepri Turun Sebesar 2,34 Persen Menjelang Pemilu

Sejumlah kerja sama dagang yang digadang-gadang memberikan dampak besar terhadap kinerja ekspor RI, misalnya Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA), baru bisa direalisasikan akhir tahun ini atau tahun depan. (agf/c17/oki)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tidak Banyak Eksportir Domestik Gunakan Kapal


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler