Genjot Kinerja, Optima Prima Metal Sinergi Segera Melantai di Bursa

Selasa, 27 Agustus 2019 – 00:15 WIB
PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk (OPMS) menggelar public expose. Foto: OPMS

jpnn.com, JAKARTA - PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk (OPMS) berencana melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) pada September 2019.

OPMS pun telah menunjuk PT Sinarmas Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek IPO perseroan.

BACA JUGA: Dana Obligasi Berkelanjutan I Waskita Beton Precast Sudah Cair dan Dicatatkan di BEI

Perusahaan pionir besi scrap kapal bekas terbesar di Indonesia itu akan mengeluarkan 40 persen saham dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh.

BACA JUGA: Anak Perusahaan Pelindo II Melantai di Bursa Efek Indonesia

BACA JUGA: 10 Perusahaan Kaltim Segera Masuk Pasar Modal

Dana hasil IPO akan digunakan untuk memperkuat modal kerja dan mendukung strategi bisnis perseroan dalam jangka panjang.

“Kami optimistis IPO ini merupakan langkah yang paling tepat untuk memperbesar usaha kami sekaligus memperkenalkan secara luas akan industri besi scrap kepada industri besi baja di dalam negeri,” kata Direktur Utama OPMS Meilyna Widjaja seusai public expose di Jakarta, Senin (26/8).

BACA JUGA: Garuda Indonesia Kejar Waktu Perbaiki Laporan Keuangan Tahunan

Meilyna menjelaskan, industri penunjang yaitu konstruksi dan manufaktur khususnya otomotif yang merupakan konsumen utama dari logam dasar terus bertumbuh.

Begitu juga pemerataan pembangunan infrastruktur di luar Pulau Jawa seperti pembangunan infrastruktur transportasi power plant, dan bendungan memberikan efek sangat baik bagi sektor logam.

“Dengan komitmen yang tinggi dalam menjalankan bisnis perusahaan, kami bersyukur dapat mengambil bagian terhadap pengadaan bahan baku besi baja di Indonesia,” tutur Meilyna.

Direktur Keuangan OPMS Alan Priyambodo Krisnamurti mengatakan, secara fundamental bisnis perseroan terus mengalami peningkatan.

Hingga April 2019 penjualan tercatat naik 44,2 persen menjadi Rp 35,2 miliar dari Rp 24,4 miliar pada April 2018.

Laba bersih OPMS meningkat drastis menjadi Rp 2,13 miliar pada April 2019 dan total asset tercatat Rp 81,61 miliar.

Alan menambahkan peluang pasar di industri besi baja ini sangat besar yang tentunya akan mendukung pertumbuhan bisnis OPMS.

Sektor industri pengolahan khususnya logam dasar selalu bertumbuh positif dalam kurun waktu lima tahun terakhir. 

Pada 2017 dan 2018 sektor ini bertumbuh 5,87 dan 8,99 persen.  Industri peleburan besi baja di Indonesia terpusat di wilayah pulau Jawa dengan total kapasitas sebesar 12 juta ton.

Untuk area Jawa Timur saja terdapat 12 perusahaan peleburan dengan total kapasitas sebesar 2,4 juta ton. 

Sepanjang 2019, OPMS menargetkan menjual 24 ribu ton besi scrap hasil pemotongan dari kapal-kapal bekas.

Dalam setahun OPMS memotong sebanyak  8-10 kapal bekas. Kapal bekas yang menjadi target merupakan kapal yang melebihi usia operasional dan tidak bisa diasuransikan lagi yakni kapal berusia di atas 25 tahun.

“Kami akan terus menjaga fundamental bisnis yang tetap positif untuk memberikan manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Alan.

Direktur Sinarmas Sekuritas Kerry Rusli menjelaskan, dalam penawaran umum perdana saham ini OPMS akan menawarkan sebanyak-banyaknya 400 juta lembar saham baru.

Itu artinya struktur kepemilikan saham perseroan adalah PT Asian Perkasa Indosteel 59,79 persen, Sukianto Widjaja 0,21 persen, dan masyarakat 40 persen.

“Saya optimis, saham IPO OPMS ini sangat menarik untuk investor. Selain pemanfaatan dana IPO yang akan digunakan seluruhnya untuk penguatan modal, model bisnis OPMS sangat baru dan menarik perhatian para investor pasar modal,” kata Kerry. (jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... BEI Minta Garuda Indonesia Segera Perbaiki Laporan Keuangan


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler