Genjot Pariwisata, Wali Kota Malang Gagas Kampung Janda

Senin, 04 Desember 2017 – 00:34 WIB
Wali Kota Malang Moch Anton. Foto: Darmono/Radar Malang/JPNN.com

jpnn.com, MALANG - Sukses membangun kampung Warna-Warni Jodipan (WWJ) guna menggenjot sektor pariwisata, Wali Kota Malang Moch. Anton mewacanakan pembuatan Kampung Janda.

Lokasinya di RW 3, Kelurahan Bandulan, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jatim.

BACA JUGA: Anggarkan Rp 20 Miliar untuk Rehab 80 Gedung Sekolah

Wacana pembuatan Kampung Janda itu disampaikan Anton saat memberi sambutan Gebyar Tumpeng Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di RW 3 Bandulan, Kecamatan Sukun, kemarin (3/12).

”Ini bisa jadi potensi wisata kampung tematik. Nantinya ibu-ibu diberi keahlian tertentu,” ujar Anton di hadapan ratusan ibu-ibu.

BACA JUGA: Bidik Turis Timteng, Malang Susun Strategi Pariwisata Halal

Pengusaha tetes tebu itu tidak menjelaskan detail konsepnya. Namun, dia memaparkan alasannya membuat Kampung Janda di RW 3, Kelurahan Bandulan. Salah satunya, jumlah warga RW 3 yang berstatus janda di sana lebih dari 100 jiwa.

Selain mewacanakan Kampung Janda, Anton juga menjanjikan kenaikan insentif untuk ketua RT dan RW.

BACA JUGA: Sensasi Tidur di Rumah Pohon di Taman Langit dan Omah Kayu

Setiap ketua RT yang saat ini hanya mendapatkan insentif Rp 200 ribu per bulan, rencanannya akan ditambah Rp 50 ribu. Sehingga, insentifnya jadi Rp 250 ribu per bulan.

Sedangkan para ketua RW yang saat ini menerima Rp 250 ribu per bulan akan ditambah Rp 50 ribu juga, sehingga total insentif yang diterima 300 ribu per bulan. Kenaikan insentif itu berlaku sejak 2018.

”Sudah disetujui (usulan kenaikan insentif ketua RT dan RW) di APBD 2018,” kata ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kota Malang yang dikabarkan akan maju lagi di Pilwali 2018 mendatang itu.

Ketua RW 3 Kelurahan Bandulan Andi Setiawan menyatakan bakal menindaklanjuti wacana pembangunan Kampung Janda.

Andi mengakui memang banyak janda di wilayahnya. Sehingga, potensial bila dijadikan objek wisata.

Menurut Andi, faktor potensial yang bisa menarik kunjungan wisatawan adalah janda muda. Dari sekitar 100 janda di kampungnya, sekitar 30 janda masih berusia di bawah 30 tahun.

”Usulnya tadi menarik (membangun Kampung Janda). Kami akan segera minta masukan warga tentang konsepnya,” ungkap pria dengan tiga putra ini.

Sementara, terkait Gebyar Tumpeng, Andi menyatakan ada 18 tumpeng yang dilombakan. Tumpeng tersebut berasal dari 9 RT. Setiap RT diwajibkan membawa dua tumpeng.

Rinciannya, satu tumpeng berisi makanan, sedangkan satunya lagi berisi buah-buahan. Tingginya rata-rata 1 meter.

Lomba tumpeng ini dimenangkan oleh RT 4 RW 3, Kelurahan Bandulan. ”Senang bisa juara. Ini hasil gotong-royong kami selama dua hari,” terang Ida Suwari, ketua Kelompok Desawisma RT 4 RW 3, Kelurahan Bandulan. (im/c1/dan)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mega Ingin Semua Aset PDIP Disertifikatkan Atas Nama Partai


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler