Geregetan sama ISIS, AS Mau Numpang Markas di Turki

Sabtu, 25 Juli 2015 – 15:42 WIB
Ilustrasi. Foto: AFP

jpnn.com - ISTANBUL - Pemerintah Turki akhirnya bersedia membuka pintu untuk Amerika Serikat memakai pangkalan udara militer Incirlik, yang terletak di dekat perbatasan Syria. Dengan kondisi itu nantinya, AS disebut akan lebih mudah melancarkan serangan udara terhadap ISIS.

Namun sejauh ini, pemerintah Turki belum memberikan konfirmasi. Izin penggunaan pangkalan udara itu baru diungkap oleh sejumlah pejabat AS. 

BACA JUGA: Tunisia Parlemen Sahkan Undang-Undang Anti-Teror Baru

"Presiden AS Barack Obama dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah mencapai persetujuan saat berbicara melalui sambungan telepon beberapa hari lau," ujar sumber tersebut, seperti dikutip dari New York Times, Sabtu (25/7).

Selama ini, AS mengaku geregetan ingin segera memberantas ISIS. Namun karena masalah jarak, militer AS tak bisa optimal memperlebar kemampuan militernya menyerang target-target ISIS.

BACA JUGA: Chile Menghukum Tentara Pembakar Dua Mahasiswa Pendemo Pemerintahan Pinochet

Lanud Incirlik sendiri terletak di Turki, di dekat perbatasan dengan Syria. Pangkalan itu pernah digunakan untuk menyerang militer Irak sewaktu mendiang Saddam Hussein masih berkuasa. Apabila itu dipakai militer AS, analis memperkirakan kekuatan ISIS di Kota Raqqa, Suriah, akan terancam.

Gedung Putih belum berkomentar mengenai kesepakatan itu. Akan tetapi juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest, menyebutkan bahwa Obama dan Erdogan telah sepakat memperdalam kerja sama mereka.

BACA JUGA: Penembakan Chattanooga: Banyak Pengawal Sipil Bersenjata Berkeliaran, Pentagon Khawatir

Kesepakatan antara Obama dan Erdogan mengemuka di tengah kritik warga Turki terhadap pemerintahan Erdogan yang dinilai lamban menanggapi serangan di Kota Suruc.

Di kota yang terpaut 10 kilometer dari perbatasan Syria itu sebuah ledakan bom menewaskan 32 orang, sebagian besar merupakan mahasiswa. Bom itu diduga perbuatan simpatisan ISIS. (adk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pemimpin Nasionalis Rusia Dipenjara Seumur Hidup atas Kejahatan Kebencian


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler