Gerindra Setuju Pilkada Dihapus

Rabu, 20 Mei 2009 – 19:08 WIB
JAKARTA - Wacana mengenai perlunya penghapusan pemilihan kepala daerah (pilkada) secara langsung terus menggelindingSebagai pendatang baru, Partai Gerindra menyatakan keseriusannya untuk meniadakan pilkada, karena dianggap hanya memboroskan uang negara

BACA JUGA: Golkar Siapkan Strategi Pilpres Putaran II

Gerindra menilai bahwa mekanisme pemilihan kepala daerah oleh DPRD adalah cara yang tepat
Alasannya, hal itu merupakan wujud pelaksanaan amanat Pembukaan UUD 1945 yang menganut sistem 'permusyawaratan perwakilan'.

Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Suhardi menjelaskan, model pemilihan secara langsung sangat menguras dana dan pikiran bangsa ini

BACA JUGA: Ketua KPU Jayapura Dilaporkan Anggotanya ke KPU

Terlebih, untuk pemilihan kepala desa pun dilakukan secara langsung oleh rakyat
"Kalau ternyata pilkada itu membuat pemborosan luar biasa, membuat pertikaian, saling curiga, buat apa?" ungkap Suhardi saat menjadi pembicara diskusi di gedung Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Senayan, Jakarta, Rabu (20/5).

Lebih lanjut Suhardi menjelaskan, upaya penghapusan pilkada juga merupakan bagian dari pelaksanaan manifesto politik Gerindra, yang secara tegas ingin kembali ke UUD 1945

BACA JUGA: Boediono Mau Ikuti Jejak Kalla

Di mana katanya, Pembukaan UUD 1945 secara tegas menyebutkan model 'permusyawaratan perwakilan'.

Saat ditanya apakah Gerindra tidak takut ditinggalkan konstituennya dengan ide itu, Suhardi secara tegas mengatakan tidakKatanya, Gerindra didirikan memang untuk melakukan perubahan-perubahan mendasarDia malah yakin kalau idenya itu akan didukung rakyat.

"Coba bayangkan, berapa triliun rupiah yang dihambur-hamburkan untuk pilkada-pilkada itu? Untuk pilkada bupati, apakah memang harus semua dipilih langsung?" ujarnya pula(sam/JPNN)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Boediono Protes Dianggap Ekonom Kebarat-baratan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler