Get Out!! Inggris Usir 23 Diplomat Rusia

Kamis, 15 Maret 2018 – 06:55 WIB
PM Inggris Theresa May saat mengumumkan permintaan pemilu dini, di Downing Street 10, London. Selasa (18/4). Foto: AFP

jpnn.com, LONDON - Inggris membuktikan ancamannya. Seiring berakhirnya batas waktu yang diberikan Perdana Menteri (PM) Theresa May kepada Rusia untuk menjelaskan insiden serangan racun terhadap Sergei Skripal, London mengusir 23 diplomat asal Negeri Beruang Merah itu. Sebab, Kremlin menolak bekerja sama dalam investigasi.

”Tidak ada alternatif lain. Kesimpulannya adalah Rusia dalang di balik percobaan pembunuhan terhadap Skripal dan anak perempuannya. Mereka pula yang membuat keselamatan warga Inggris di Salisbury terancam,” papar May dalam jumpa pers sebagaimana dilansir Reuters kemarin, Rabu (14/3).

BACA JUGA: Sambut Pangeran Mohammed, Warga Inggris Gelar Demonstrasi

Sebagai balasan, dia lantas mengusir 23 diplomat Rusia yang bertugas di Inggris.

Kepada media, May menyebut diplomat-diplomat yang diberi waktu sepekan untuk angkat kaki itu sebagai staf intelijen tak resmi Rusia.

BACA JUGA: Gencatan Senjata Omong Kosong ala Rusia di Eastern Ghouta

Langkah diplomatik tersebut jelas akan membuat hubungan dua negara renggang. Dipastikan, Moskow pun tidak akan tinggal diam.

Sangat mungkin Kremlin akan ganti mengusir diplomat-diplomat Inggris dari Rusia.

BACA JUGA: Kemiskinan Paksa Warga Rusia Jadi Serdadu Bayaran di Syria

Selain mengusir 23 diplomat Rusia, May membekukan aset-aset pemerintah Rusia yang dianggap sebagai ancaman bagi rakyat Inggris.

Pemimpin 61 tahun tersebut yakin, Rusia terlibat dalam insiden yang membuat Skripal dan putrinya koma sampai sekarang itu.

Racun mematikan dalam tubuh mantan mata-mata Rusia tersebut teridentifikasi sebagai novichok. Itu adalah senyawa pelemah saraf milik militer Uni Soviet. (hep/c10/dos)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tak Percaya AS, Palestina Merapat ke Kremlin


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler