Gimana Nih? Sudah Rp 12,2 Miliar Habis untuk Pengungsi Syiah

Sabtu, 26 November 2016 – 06:33 WIB
Pengungsi Syiah. Foto: dok.JPNN

jpnn.com - SIDOARJO--Sudah hampir empat tahun pengungsi Syiah menempati Rusun Puspa Agro Jemundo, Taman, Sidoarjo.

Selama itu pula Pemprov Jatim yang menanggung biaya hidup para pengungsi Syiah.

BACA JUGA: Polri Imbau Bus Jangan Antar Peserta Demo 2 Desember

Pemprov sudah menghabiskan anggaran mencapai Rp 12,2 miliar untuk biaya hidup tersebut.

Kepala Biro Administrasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Jatim, Siti Nurahmi menuturkan, hingga detik ini Pemprov Jatim kesulitan dalam menyelesaikan permasalahan Jemundo.

BACA JUGA: Dua Minggu Lagi Ahok jadi Terdakwa

Secara teknis dan Program Pemprov Jatim bersama pemerintah pusat sudah siap memulangkan pengungsi Syiah.

Bahkan program untuk kehidupan mereka di kampung halaman pun sudah siap, tapi masyarakat di Sampang belum bisa menerima kepulangan para pengungsi Syiah ini.

BACA JUGA: Bakal Diterapkan E-Tilang, Begini Mekanismenya

Tadinya, Rusun Jemundo hanya jadi rumah penampungan sementara, tapi faktanya sudah empat tahun pengungsi Syiah menetap di Jemundo.

Tidak hanya itu dalam undang-undang konflik juga diatur hanya selama 90 hari korban konflik di tanggung pemerintah, tapi untuk pengungsi Syiah sudah melebihi batas waktu.

Saat ini terdapat 349 jiwa dalam 85 KK pengungsi Syiah yang tinggal di rusun Jemundo.

Per jiwa mendapatkan jatah jaminan hidup (jadup) dari Pemprov Jatim sebesar Rp 709 ribu per bulan.

"Hingga November 2016 ini sudah menghabiskan anggaran sebesar Rp 12,2 miliar hanya untuk biaya jaminan hidup saja, belum biaya terkait listrik dan lain sebagainya semua ditangung Pemprov Jatim tapi ada di dinas lain," imbuh Siti.

Pemprov Jatim terus berkomunikasi dengan pemerintah pusat untuk menyelesaikan permasalahan Jemundo.

Meski pelik mereka harus segera dipulangkan untuk kembali hidup selayaknya masyarakat pada umumnya.

Tapi kunci masalahnya adalah masyarakat di Sampang yang belum bisa menerima, imbasnya pengungsi Syiah harus kembali bertahan di Jemundo.

Padahal berbagai program disiapkan untuk kehidupan mereka di kampung halaman.

Mulai dari pembangunan kembali rumah mereka yang siap ditanggung KemenpuPera(kementerian perumahan rakyat), bahkan Kemensos juga siap membangun ekonomi mereka dengan pemberian modal.

"Tapi semua program tersebut tidak akan bisa terealisasi jika mereka belum bisa dipulangkan, untuk itu Pemprov Jatim sangat berharap ada titik temu antara Pemkab sampang tokoh agama maupun masyarakat di sampang agar pengungsi Syiah bisa kembali pulang dan hidup normal seperti masyarakat pada umumnya," pungkasnya. (pul/flo/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ngeri! Teroris Siapkan Ledakan untuk Akhir Tahun, Tiga Kali Lipat Bom Bali


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler