Golkar Butuh Sosok Pemimpin yang Bersih

Rabu, 04 Mei 2016 – 21:38 WIB
Ray Rangkuti. Foto: dok jpnn

jpnn.com - JAKARTA - Golkar membutuhkan figur yang bersih dari persoalan etika dan moral. Sosok tersebut juga tidak boleh memiliki catatat terkait pelanggaran hukum.

"Sosok seperti itu dibutuhkan untuk mendongkrak citra Golkar yang belakangan ini terpuruk," kata Direktur Lingkar Madani Indonesia (Lima)‎ Ray Rangkuti saat dihubungi, Rabu (4/5).

BACA JUGA: Nah, Dua Komisioner KPU Mimika Terbukti Nyambi di Freeport

Dia juga menyatakan Golkar membutuhkan tokoh pemersatu. Semua faksi di internal Golkar harus dapat disatukan untuk tujuan membangun partai. 

Syarat ini menurutnya sangat mendasar. Pasalnya, baru-baru iniGolkar baru saja melaksanakan rekonsiliasi antara kubu Agung dan Aburizal Bakrie.

BACA JUGA: Tulang Punggung Demokrasi Tetap Partai Politik

"Pemimpin Golkar yang akan datang juga sebaiknya mampu mengakomodir pemuda. Kehadiran mereka jangan sampai dipandang sebelah mata," ujarnya.

Ray juga menjelaskan ketua umum Golkar yang akan datang harus berusia muda. Jangan sampai sosok tersebut sudah berusia lanjut. Syarat seperti ini juga pernah disampaikan BJ Habibie di hadapan petinggi Golkar. Habibie menyatakan pemimpin Golkar jangan sampai berusia di atas 60 tahun.

BACA JUGA: Jika Dia Maju, Ahok Temukan Lawan Tanding Sepadan

Seperti diketahui, persaingan memenangkan simpati kader Golkar untuk mendapatkan dukungan pada Munaslub semakin memanas. Kubu Setya Novanto terus menguatkan konsolidasi. Meskipun dia sudah turun dari posisi Ketua DPR karena dugaan permufakatan jahat dalam pertemuan dengan petinggi Freeport Maroef Sjamsuddin dan pengusaha Riza Chalid, Novanto tetap ingin menjadi calon ketua umum Golkar.

Sementara i‎tu calon ketum Golkar lainnya Ade Komaruddin ingin terpilih dan meraih dukungan mayoritas. Dia kini menjadi Ketua DPR menggantikan Setya Novanto. Nama Ade bersih cenderung bersih dari persoalan etika dan hukum. (dil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Waduh, Ade Komarudin Dianggap Kegenitan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler