Golkar Tuding Satgas Mainkan Isu

Polisi Didesak Segera Periksa Satgas

Senin, 29 November 2010 – 06:36 WIB

JAKARTA – Pengakuan terdakwa kasus suap Gayus Tambunan bahwa dirinya dimanfaatkan oleh Satgas Pemberantasan Mafia Hukum untuk menyeret grup Bakrie, akhirnya membuat partai Golkar angkat suaraMereka mendesak Polri segera memeriksa anggota Satgas bentukan Presiden itu

BACA JUGA: Hakim MK Akui Terima SMS Suap



Menurut Wasekjen Partai Golkar Lalu Mara, selama ini Satgas-lah yang menguhubung-hubungkan keterlibatan grup Bakrie dengan Gayus Tambunan
Karena ini menyangkut nama baik dan kredibilitas seseoarang

BACA JUGA: Pengiriman TKI Harus Segera Dihentikan

Tentunya polisi harus periksa Satgas atas pengakuan Gayus itu
“Mereka (Satgas) yang memainkan isu ini," katanya pada wartawan, di Jakarta, Minggu (28/11).

Orang kepercayaan Ical ini juga mengkritik sikap Satgas yang kerap bicara ke media, tanpa ada klarifikasi terlebih dahulu ke pihak yang "diserang"

BACA JUGA: Tak Mau Terjerat Korupsi, Rajin ke BPKP!

Padahal seharusnya, Satgas tidak mesti selalu bicara ke media, tapi langsung lapor ke presidenAlasannya, karena Satgas langsung berada di bawah kepala negara

"Satgas memberi laporan kepada presiden, bukan pada mediaSatgas orang hukum, tapi tidak menghormati proses hukum sendiriTindak tanduknya malah seperti mafia," tudingnya

Sebelumnya, dalam diskusi di Warung Daun Jakarta, Sabtu (27/11) lalu, Sekretaris Satgas Mafia Hukum Denny Indrayana bersitegang dengan politisi PDI-P Topane Gayus LumbuunDenny mengatakan ada upaya-upaya untuk menyerang Satgas"Saya nggak tahu ada apaAda potensi serangan kepada siapapun yang berupaya mengikhtiarkan pemberantasan korupsi dan mafia hukum," kata Denny  saat itu

Denny juga membeberkan pertemuan Satgas dengan Gayus Tambunan di Singapura"Memang sewaktu Satgas bertemu keempat kalinya
dengan Gayus Tambunan baru masalah grup Bakrie disebut oleh yang bersangkutanAda lima kali pertemuan Satgas dengan Gayus Tambunan

Tiga sebelum dia ke Singapura, keempat waktu di Singapura, kelima sewaktu kami mengecek kondisi dia di Brimob sebelum sidang," kata  Denny

Belum usai Denny memberikan penjelasan, Topane Gayus Lumbun, yang juga duduk sebagai pembicara, langsung memotong dengan nada tinggi"Saya hitung Bung Denny Indrayana menyebut tiga kali tentang Bakrie tentang BakrieIni saya keberatan dalam forum seperti iniGayus Tambunan itu menyebut 40 perusahaan," kata anggota Komisi III DPR tersebut memotong pembicaraan

Denny pun minta pembicaraannya tidak dipotong, tapi Gayus tetap melanjutkan bicaranya"Sudah ada penyebutan nama Bakrie yang saya kurang setujuKarena ternyata ada sekian puluh perusahaan lain yang tak kalah besarnya yang disampaikan Gayus Tambunan di depan  pengadilan,” katanya.

Gayus Lumbuun juga heran  kepentingan apa Satgas menyebut-nyebut terus nama Bakrie“Ini kita telitiApakah ada anggota Satgas yang punya kepentingan, entah keluarganya, entah kaitan apa dengan perusahaan lain sebagai lawyer atau apa," tukasnya dengan nada tinggi

"Karena itu saya tekankan, Satgas ini tidak netral kalau dikaitkan dengan peran anggota Satgas yang masih berperan lain di luar tugas Satgas, merangkap yang lainIni yang dikhawatirkan oleh masyarakat dan disampaikan kepada kami di Komisi IIIIni yang membuat Satgas  tidak independen," tambah Lumbuun

Bahkan dia juga meminta Denny agar berbicara secara proporsional sebagai staf khusus presiden di bidang hukum, bukan sebagai penggiat LSM anti korupsi"Denny sekarang bukan penggiat anti korupsi lagiBicaranya jangan mundur ke belakangHarus tetap sebagai Staf Khusus  Presiden di bidang hukumJangan sampai nanti orang menganggap suaranya seolah-olah menegakan hukum secara luas, tapi tidak," kata politisi PDIP itu(dms)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Separuh Gadis di Kota Besar Tak Perawan Lagi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler