Gross Split Lebih Berisiko Bagi Investor

Kamis, 18 Mei 2017 – 01:04 WIB
Ilustrasi eksplorasi minyak. Foto: AFP

jpnn.com, JAKARTA - Realisasi investasi di sektor hulu minyak dan gas bumi terus menurun.

 Pada 2015 nilai investasi mencapai USD 15,34 miliar, lantas turun menjadi USD 11,15 miliar tahun lalu.

BACA JUGA: Jonan Desak Inpex Percepat Pengembangan Blok Masela

Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi menyatakan, penurunan investasi di sektor hulu migas dan industri pendukung migas disebabkan lemahnya harga minyak dunia.

”Karena itu, investasinya belum setinggi dulu,” ucapnya dalam diskusi di Universitas Paramadina, Selasa (16/5).

BACA JUGA: Garap Segmen Premium, PP Properti Andalkan Diferensiasi

Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro menjelaskan, kegiatan eksplorasi migas secara global turun 24 persen sejak akhir 2014.

Setelah itu, kegiatan eksploitasi turun 18–22 persen.

BACA JUGA: Di Depan Jokowi, BGI Sebut Investor Tiongkok Tertarik Berinvestasi

Selain harga minyak dunia, regulasi yang tidak stabil dan politik yang panas menimbulkan ketidakpastian iklim investasi migas di mata investor.

Salah satu regulasi yang dinilai negatif adalah production sharing cost gross split yang dipakai untuk kontrak migas baru.

Sistem tersebut dinilai belum menarik bagi investor karena jumlah yang diterima investor secara neto sama, tetapi lebih berisiko.

Dengan skema cost recovery, bagi hasil migas sudah dapat dilakukan.

Namun, dengan gross split, kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) harus menghitung sendiri.

’’Kalau kontraknya 30 tahun, mungkin BEP-nya baru ketemu 15 tahun atau sepuluh tahun. Ini yang menyebabkan tidak sederhana,’’ tutur Komaidi.

Saat ini, ada 14 item risiko dalam bisnis migas di Indonesia. Dengan sistem gross split, seluruh risiko bisnis ditanggung oleh KKKS.

Meski demikian, Komaidi mengakui bahwa sistem gross split memang lebih sederhana jika dibandingkan dengan sistem cost recovery yang rumit. (dee/c20/noe)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Investor Tiongkok Tertarik Tanam Modal di GIIPE


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler