Gubernur Sumbar Ikut Ritual, Ketua MUI Berang, Ada Frasa Bukan dari Islam

Selasa, 15 Maret 2022 – 13:59 WIB
Ketua MUI Sumbar Gusrizal Gazahar menyesalkan sikap Gubernur Mahyeldi Ansharullah. Foto: Antara/Miko Elfisha

jpnn.com, PADANG - Majelis Ulama Indonesia Sumatera Barat (MUI Sumbar) menyesalkan sikap Gubernur Mahyeldi Ansharullah yang ikut membawa tanah dan air untuk ritual kendi Nusantara di Kalimantan Timur.

Ketua Umum MUI Sumbar Gusrizal Gazahar tidak setuju dengan ritual tersebut.

BACA JUGA: Petisi Setop Pemindahan IKN Ini Viral Lagi setelah Ritual Kendi Nusantara

"Saya menyesalkan sikap Mahyeldi yang patuh begitu saja saat diperintahkan membawah tanah dan air ke IKN untuk ritual," kata Gusrizal seperti dikutip dari JPNN Sumbar, Selasa (15/3).

Menurut Gusrizal, dalam ritual kendi Nusantara tersebut terkandung keyakinan yang tidak sesuai dengan ajaran akidah tauhid.

BACA JUGA: Ritual Kendi Nusantara oleh Jokowi Dianggap Politik Klenik, Mundurkan Peradaban

"Saya khawatir masyarakat awam akan meniru sikap seperti itu," katanya.

Pria bergelar Datuak Palimo Basa ini menjelaskan ritual kendi Nusantara tidak bisa dilokalisasi masuk ke dalam ranah budaya semata.

BACA JUGA: Novel Bamukmin Pakai Fatwa MUI untuk Kritisi Ritual Kendi Nusantara Ala Jokowi

"Seluruh tindakan dan perbuatan manusia akan dimintai pertanggungjawabannya," ujarnya.

Buya kelahiran Kabupaten Solok itu menilai ritual kendi Nusantara tidak bisa diterima dengan dalih simbolis ataupun alasan rasional lainnya.

"Jelas sekali bahwa ritual itu memiliki landasan keyakinan yang bukan dari Islam," kata Gusrizal lagi.

Dia pun mengingatkan Mahyeldi tetap berkomitmen mengenakan aforisme pengamalan adat dan Islam dalam masyarakat Minangkabau, yakni Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.

Filosofi Minang itu diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai adat dilandaskan pada syariat dan syariat berlandaskan pada kitab Allah.

"Tak pantas ikut-ikutan membawa bagian tertentu dari tanah dan air di Sumbar. Itu bukan sikap beragama yang sesuai menurut Islam," tutur Gusrizal.

Gubernur Mahyeldi membawakan tanah dari Kabupaten Pasaman Barat untuk ritual ibu kota negara Nusantara, Senin kemarin.

Mahyeldi mendapatkan tanah itu dari Ophir, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat.

Kepala Dinas Informasi dan Statistik (Diskominfotik) Sumbar Jasman Rizal mengakui perihal tanah itu.

"Tanahnya dari Pasaman Barat, dekat Ophir. Tanah yang paling bagus," kata Jasman Rizal saat diwawancara JPNN Sumbar, Senin (14/3). (mcr33/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler